PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN METODE PETA KONSEP (MIND MAPPING) (Jusida Sulistyowati, S.Pd. Bidang studi Produk Kreatif dan Kewirausahaan)

 



PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING
DENGAN METODE PETA KONSEP (MIND MAPPING)
(Jusida Sulistyowati, S.Pd. Bidang studi Produk Kreatif dan Kewirausahaan)


ABSTRAK

 

Dalam pembelajaran Media Promosi dan Strategi Pemasaran siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi masih banyak yang di bawah KKM (KKM 83) terutama dalam menyelesaikan soal-soal. Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkan hasil belajar PKK tersebut yaitu melalui implementasi pembelajaran kooperatif dengan Konsep Mind Mapping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Koa Bekasi tahun pelajaran 2020/2021 dalam menyelesaikan soal-soal pada materi pokok Media Promosi dan Strategi Pemasaran (MPDSP) melalui implementasi pembelajaran kooperatif dengan Konsep Mind Mapping. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi jumlah 35 anak, seorang guru PKK dan seorang pengamat. Data yang dikumpulkan meliputi hasil belajar siswa, hasil observasi guru, hasil observasi siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus meliputi 4(empat) tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi) dan refleksi. Pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 85% siswa memperoleh nilai ≥ 83. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 77% dengan nilai rata-rata 86 dan pada siklus II sebesar 97% dengan nilai rata-rata 88  (2) Skor aktivitas siswa pada siklus I sebesar 86% dan pada siklus II sebesar 93%. Dari data tersebut di atas jelas menunjukkan bahwa pada siklus I hasil belajar belum sesuai harapan yang berarti indikator keberhasilan belum tercapai sedangkan pada siklus II hasil belajar sudah sesuai harapan yang berarti indikator keberhasilan sudah tercapai.

Kata Kunci : Mind Mapping, Peta konsep, Media Promosi dan strategi Pemasaran.

 

A.     PENDAHULUAN

 

Dalam pembelajaran Media Promosi dan Strategi Pemasaran kebanyakan siswa menganggap PKK

adalah mata pelajaran yang sulit dipahami sehingga setiap kali ada jam pelajaran PKK umumnya mereka kurang semangat terlebih dahulu, akibatnya sulit bagi siswa untuk berkonsentrasi menguasai materi PKK pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.Yang mereka keluhkan adalah bagaimana membuat siswa tertarik, mudah memahami dan akhirnya jadi cinta PKK.

Materi pokok Media Promosi dan Strategi Pemasaran yang sekarang diberikan di kelas XII semester 1 adalah salah satu materi yang soal-soalnya sering disajikan dalam bentuk soal cerita.

Sehingga hampir setiap kali sampai ke materi ini banyak diantara siswa kurang memahami bahkan ada yang tidak paham sama sekali. Akibatnya siswa tidak mampu dalam menyelesaikan soal-soalnya ini terlihat pada setiap kali diadakan test (ulangan) pada materi pokok ini siswa memperoleh hasil kurang memuaskan artinya nilai test siswa kurang memuaskan artinya nilai tes siswa banyak di bawah 83 (83 adalah batas tuntas untuk materi pokok MPDSP). Oleh karena itu bersama guru-guru PKK yang lain di SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi berkolaborasi mencoba mencari cara dan model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang ada. Untuk itu maka peneliti mencoba menerapkan model pembelajaran, Mind Mapping yaitu model pembelajaran kooperatif dengan Peta Konsep, yang nantinya diharapkan akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam menyelesaikan soal-soal pada materi pokok SistemMedia Promosi dan strategi Pemasaran. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi dalam menyelesaikan soal-soal pada materi pokok MPDSP diperlukan model atau metode pembelajaran yang baru yang pas yaitu dengan implementasi model pembelajaran, kooperatif dengan Mind Mapping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi tahun pelajaran 2020-2021 dalam menyelesaikan soal-soal pada materi pokok MPDSP melalui implementasi pembelajaran kooperatif dengan Peta konsep. Hasil dari PTK ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi siswa, guru dan sekolah terutama dalam pembelajaran PKK. Adapun manfaat hasil penelitian ini yaitu, meningkatkan motivasi, sikap percaya diri dalam menyelesaikan soal-soal. Melatih siswa aktif dalam belajar, bertanya jawab berdiskusi dalam kelompok dan menghargai pendapat orang lain. Meningkatkan kemampuan dalam memahami dan menyelesaikan soal cerita dan dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa seperti yang diharapkan.

 

B.     LANDASAN TEORETIS

 

Pengertian Belajar Berbagai pengertian belajar dan beberapa sumber antara lain a. Menurut Fontana (Suherman, 2003:8) belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu yang relatif tetap sebagai hasil dan pengalaman. Sedangkan, pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal. b. Hudojo(1990:1) mengartikan belajar adalah suatu proses kegiatan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. c. Sudjana (1989:99) mengemukakan bahwa belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan perubahan diri seseorang. d. Yarnin(2003: 99) mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku sesrang akibat pengalarnan yang ia dapat rnelalui pengamatan, pendengaran, membaca dan meniru. Dari beberapa pengertian belajar dapat dikatakan bahwa proses belajar yang dial ami oleh siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam aspek pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap dan sifat. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia manerima pengalaman belajarnya. Kingsley (Sudjana, 2001:22) membagi tiga macam pengertian; tiga sikap dan cita-cita yang masing-masing golongan dapat diisi dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah. Strategi Pembelajaran Strategi dalam kegiatannya dengan pembelajaran adalah siasat/ kiat yang sengaja direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancer dan tujuannya yang berupa hasil belajar dapat tercapai secara maksimal. (Sari,2006:26) Model Pembelajaran Agar pembelajaran PKK dapat diserap dengan baik oleh siswa, selain strategi juga perlu metode dan model pembelajaran. Model pembelajaran adalah pola interaksi siswa dengan guru dalam kelas yang menyangkul strategi, pendekatan metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalani pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. (Sari, 2006: 26) Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu: a. Rasional teoritik yang logis yang disusun penyusunnya. b.Tujuan yang akan dicapai. c. Tingkah laku mengajar dan belajar. d. Lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan tercapai.

 

C.     MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING

 

Model Pembelajaran Mind Mapping merupakan model pembelajaran yang dapat mengembangkan kreatifitas, keaktifan, daya hafal, pengetahuan dan kemandirian siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Menurut Aris Shoimin (2014: 105), “Mind Mapping atau npemetaan pikiran adalah teknik pemanfaatan seluruh otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan”. Sedangkan menurut Michalko dalam Tony Buzan (2013: 2), “Mind Map adalah alternatif pemikiran keseluruhan otak terhadap pemikiran linear. Mind Map menggapai ke segala arah dan menangkap berbagai pikiran dari segala sudut”.

Metode Mind Mapping (Peta Pikiran) adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Tony Buzana, kepala Brain Foundation. Peta pikiran adalah metode mencatat kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi. Setelah selesai, catatan yang dibuat membentuk sebuah pola gagasan yang saling berkaitan, dengan topik utama di tengah, sementara subtopik dan perincian menjadi cabang-cabangnya. Cabang-cabang tersebut juga bisa berkembang lagi sampai ke materi yang lebih kecil. Sebagaimana struktur keturunan manusia yang bisa berkembang terus sampai hari akhir tiba, sehingga terbentuklah sebuah system keturunan manusia hidup sampai hari akhir.

 

Belajar berbasis pada konsep Peta Pikiran (Mind Mapping) merupakan cara belajar yang menggunakan konsep pembelajaran komprehensif Total-Mind Learning (TML). Pada konteks TML, pembelajaran mendapatkan arti yang lebih luas. Bahwasanya, di setiap saat dan di setiap tempat semua makhluk hidup di muka bumi belajar, karena belajar merupakan proses alamiah. Semua makhluk belajar menyikapi berbagai stimulus dari lingkungan sekitar untuk mempertahankan hidup.

Tony Buzan (2013: 15) mengemukakan tujuh langkah dalam membuat mind map, yaitu:

Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar, memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.

 

Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral, sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita.

gunakan warna, bagi otak warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan.

Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Otak bekerja menurut asosiasi, otak senang mengaitkan dua atau lebih hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabangcabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat.

Buatlah garis melengkung, bukan garis lurus. Cabang-cabang yang melengkung dan organis jauh lebih menarik bagi mata.

Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Kata kunci tunggal memberi banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map.

Gunakan gambar pada setiap cabang mind map, seperti gambar sentral, setiap gambar dapat bermakna seribu kata.

 

Dari model-model pembelajaran di atas, penulis memilih menggunakan model pembelajaran Mind Mapping karena model pembelajaran ini sesuai dengan materi yang akan disampaikan dan lebih membuat suasana belajar lebih menyenangkan. Materi “Media Promosi Dan Strategi Pemasaran” merupakan materi PKK yang berfokus pada pemahaman megenai Pemasaran, keragaman karakter konsumen, pendapatan konsumen dan sosial  budaya konsumen di Indonesia, dapat mempengaruhi keputusan dalam menentukan strategi pemasaran dan cara menghargai keragaman tersebut. Siswa banyak menemukan beberapa segmentasi pasar dalam materi ini. Penggunaan model pembelajaran Mind Mapping melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran, dengan demikian diharapkan siswa dapat lebih mudah mengingat dan memahami materi tersebut.

 

Karakteristik Metode Mind Mapping (Peta Pikiran)

 

Pada dasarnya metode mencatat ini, barangkat dari hasil sebuah penelitian tentang cara otak memperoses informasi. Semula para ilmuan menduga bahwa otak memperoses dan menyimpan informasi secara linier, seperti metode mencatat tradisional. Namun, sekarang mereka mendapati bahwa otak mengambil informasi secara bercampuran antara gambar, bunyi, aroma, pikiran dan perasaan dan memisah-misahkan kedalam bentuk linier, misalnya dalam bentuk tulisan atau orasi. Saat otak mengingat informasi, biasanya dilakukan dalam bentuk gambar warna warni, simbol, bunyi, dan perasaan.

 

Oleh karena itu, agar peta pikiran dapat berfungsi secara maksimal ada baiknya dibuat warna warni dan menggunakan banyak gambar dan simbol sehingga tampak seperti karya seni. Hal ini bertujuan agar metode mencatat ini dapat membantu individu mengingat perkataan dan bacaan, meningkatkan pemahaman terhadap maeri, membantu mengorganisasikan materi dan memberikan wawasan baru. Peta pikiran menirukan proses berfikir ini, memungkinkan individu berpindah-pindah topik. Individu merekam informasi melalui simbol, gambar, arti emosional, dan warna. Mekanisme ini sama persis dengan cara otak memperoses berbagai informasi yang masuk. Dan karena peta pikiran melibatkan kedua belah otak, anda dapat mengingat informasi dengan lebih mudah

 

Kelemahan Catatan linier dan Kelebihan Mind Mapping

 

Mind Mapping memungkinkan kita menyusun fakta dan pikiran dengan melibatkan cara kerja alami otak sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa di andalkan dibandingkan menggunakan teknik pencatatan tradisional. Yuliatul dalam Guspriyanto (2012: 23) menjelaskan bahwa kekurangan dari catatan linier adalah sebagai berikut:

Waktu terbuang untuk menulis kata-kata yang tidak memiliki hubungan dengan ingatan.

Waktu terbuang untuk membaca kembali kata-kata yang tidak perlu (kurang lebih 90%).

Waktu terbuang untuk cari kata kunci pengingat.

Hubungan kata kunci pengingat terputus oleh kata-kata yang memisahkan.

Kata kunci pengingat terpisah oleh jarak.

 

Menurut Michalko dalam Tony Buzan (2008: 8), Mind Mapping mempunyai beberapa kelebihan yaitu:

Mengaktifkan seluruh otak.

Membersihkan akal dari kesusutan mental.

Memungkinkan kita berfokus pada pokok bahasan.

Membantu menunjukan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah.

Memberi gambaran yang jelas pada kesuluruhan dan perincian.

Memungkinkan kita untuk mengelompokan konsep, membantu kita membandingkanya.

 

Senada dengan pendapat tersebut Alamsyah (2009: 23) menjelasakan 7 manfaat menggunakan metode Mind Mapping (peta pikiran) yaitu:

Dapat melihat gambaran secara menyeluruh dengan jelas.

Dapat melihat detilnya tanpa kehilangan ‘benang merah’nya antar topik.

Terdapat pengelompokkan informasi.

Menarik perhatian mata dan tidak membosankan.

Memudahkan kita berkonsentrasi.

Proses pembuatannya menyenangkan karena melibatkan gambar-gambar, warna, dan lain-lain.

Mudah mengingatnya karena ada penanda-penanda visualnya.

 

Langkah-langkah Pembelajaran dengan Mind Mapping

 

Model pembelajaran Mind Mapping dapat membuat suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan membangkitkan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran. Siswa didorong untuk menggunakan imajinasi dan pengetahuannya untuk membuat mind map sesuai dengan materi yang diajarkan. Langkah-langkah pembelajaran dengan model pembelajaran Mind Mapping adalah sebagai berikut:

Menyampaikan kompetensi dan memberikan penjelasan singkat mengenai materi pembelajaran.

Membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk membuat Mind Mapping.

Siswa bekerja dalam kelompok membuat Mind Mapping.

Siswa mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

Membuat kesimpulan dari pembelajaran yang telah berlangsung.

Memberikan evaluasi pada akhir pembelajaran.

 

Untuk membuat peta pikiran, guru hendaknya menggunakan bolpoint bewarna dan memulai dari bagian tengah kertas. Kalau bisa, guru menggunakan kertas secara melebar untuk mendapatkan lebih banyak tempat. Lalu ikuti langkah-langkah berikut;

Tulis gagasan utamanya di tengah-tengah kertas dan lingkupilah dengan linkaran, persegi, atau bentuk lain.

Tambahkan sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap poin atau gagasan utama. Jumlah cabang-cabangnya akan bervariasi, tergantung dari jumlah gagasan dan segmen. Gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang.

Tuliskan kata kunci atau frase pada tiap-tiap cabang yang dikembangkannya untuk detail. Kata kunci adalah kata-kata yang menyampaikan inti sebuah gagasan dan memicu ingatan anda. Jika anda menggunakan singkatan tersebut sehingga anda dengan mudah segera mengingat artinya selama berminggu-minggu setelahnya.

Tambahkan simbol-simbol dan llustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik.

 

Agar peta pikiran lebih mudah di ingat, guru hendaknya memperhatikan beberapa cara berikut ini.

Tuliskan atau ketiklah secara rapi dengan menggunaka huruf-huruf kapital.

Tulislah gagasan-gagasan penting dengan huruf-huruf yang lebih besar sehingga terliihat menonjol dan berbada dengan yang lain.

Gambarkan peta pikiran dengan hal-hal yang berhubungan dengan anda. Simbol jam mungkin berarti bahwa benda ini memiliki tenggang waktu yang penting. Sebagian orang menggunakan anak panah untuk menunjukkan tindakan-tindakan yang harus mereka lakukan.

Garis bawahi kata-kata itu. Gunakan huruf tebal.

Bersikaplah kreatif dan berani dalam desain, sebab otak kita lebih mudah mengingat hal yang tidak biasa.

Gunakan bentuk-bentuk acak untuk menunjukksn hal-hal atau gagasan-gagasan tertentu.

Ciptakanlah peta pikiran anda secara horisontal untuk memperbesar ruang bagi pekerjaan anda.

Karakteristik Concept Mapping

1. Pengertian Konsep dan Peta konsep

 

Konsep atau pengertian merupakan kondisi utama ynag diperlakukan untuk menguasai kemahiran diskriminasi dan proses kognitif fundamental sebelumnya berdasarkan kesamaan ciri-ciri dari sekumpulan stimulus dan objek-objeknya. Carrol (dalam Kardi, 1997: 2) mendifinisikan konsep sebagai suatu abstraksi dari serangkaian pengalaman yang didefinisikan sebagai suatu kelompok objek atau kejadian. Abstraksi, berarti suatu proses pemusatan perhatian perhatian seseorang pada situasi tertentu dan mengambil elemen-elemen tertentu, serta mengabaikan elemen yang lain.

 

Adapun yang dimaksud peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsep-konsep lain pada kategori yang sama. Agar pemahaman terhadap peta konsep lebih jelas, maka dahar (1989) yang dikutip oleh Erman (2003), mengemukakan ciri-ciri peta konsep sebagai berikut:

Pata konsep atau pemetaan konsep adalah suatu cara untuk memperlihatkan konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi, apakah itu bidang studi fisika, kimia, biologi, matematika. Dengan mengguanakan peta konsep, siswa dapat melihat bidang studi itu lebih jelas dan mempelajari bidang studi itu lebih bermakna.

Suatu peta konsep merupakan gambar dua dimensi dari suatu bidang studi. Ciri inilah yang dapat memperlihatkan hubungan-hubungan proporsional antara konsep-konsep.

Tidak semua konsep mempunyai bobot yang sama. Ini berarti ada konsep yang lebih inklusif dari pada konsep-konsep yang lain.

Bila dua atau lebih konsep digambarkan dibawah suatu konsep yang lebih inklusif, terbentuklah hirarki pada peta konsep tersebut.

 

Berdasarkan ciri tersebut, maka sebaiknya peta konsep disusun secara hirarki, artinya konsep yang lebih inklusif diletakkan pada puncak peta, makin kebawah konsep-konsep diurutkan mnejadi konsep yang kurang inklusif. Dalam matematika peta konsep peta konsep membuat informasi abstrak menjadi kongret dan sangat bermanfaat meningkatkan ingatan suatu suatu konsep pembelajaran, dan menunjukkan pada siswa bahwa pemikiran itu mempunyai bentuk.

 

2. Gagasan-gagasan yang Mendasari Pembentukan Peta Konsep

 

Terdapat tiga gagasan dalam teori belajar kognitif Ausabel yang mendasari pembentukan peta konsep.  Pertama, struktur kognitif itu tersusun secara hierarkis dengan konsep dan proposisi yang kurang inklusif dan lebih khusus. Kedua, konsep-konsep dalam struktur kognitif mengalami diferensiasi progresif, yaitu belajar bermakna merupakan suatu proses kontinu di mana konsep-konsep baru meningkat artinya bila diperoleh hubungan-hubungan baru (hubungan proposional). Jadi, konsep-konsep itu tidak pernah “tuntas dipelajari”, tetapi selalu dipelajari, dimodifikasi, dan dibuat lebih eksplisit dan lebih inklusif karena konsep-konsep itu secara progresif mengalami deferensiasi. Ketiga, penyesuain integratif merupakan salah satu prinsip belajar yang mengemukakan bahwa belajar bermakna menigkat bila pelajar mengenal hubungan-hubungan yang baru antara satu set konsep atau proposisi yang berhubungan.

 

3. Kegunaan Peta Konsep

 

Dalam pendidikan, peta konsep dapat diterapkan untuk berbagai tujuan, antara lain;

 

 a. Menyelidiki apa yang diketahui siswa.

 

Dengan menggunakan peta konsep, guru dapat melaksanakan apa yang telah dikemukakan di atas sehingga pada para siswa diharapkan akan terjadi belajar bermakna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan guru untuk maksud ini adalah dengan memilih satu konsep utama (key concept) pokok bahasan baru yang akan dibahas. Para siswa diminta untuk menyusun peta konsep yang memperlihatkan semua konsep yang dapat mereka kaitkan pada konsep utama itu, serta hubungan-hubungan antara konsep-konsep yang mereka gambar itu. Dengan melihat hasil peta konsep yang telah disusun para siswa mengenai pokok bahasan yang akan diajarkan itu dan inilah yang dijadikan titik tolak pengembangan selanjutnya.

 

b. Mempelajari cara belajar.

 

Di tingkat SMP dan SMA, guru dapat memberikan tugas membaca sebuah judul dalam buku teks, kemudian mengungkapkan sari judul itu dengan membuat peta konsep. Misalnya judul “Aljabar”, siswa diminta untuk membuat peta konsep dari materi tersebut. Dengan melatih mereka membuat peta konsep untuk mengambil sari dari apa yang mereka baca, baik buku teks maupun bacaan-bacaan lain. Mereka tidak dapat lagi dikatakan tidak berfikir. Untuk mengeluarkan konsep-konsep, kemudian menghubungkan konsepkonsep itu dengan kata penghubung menjadi proposisi yang bermakna, bukanlah tugas yang sambil lalu dapat dilakukan. Mereka harus benar benar duduk belajar, menggunakan pensil dan kertas, melatih diri untuk menghasilkan peta konsep yang bermakna bagi dirinya, yang akan menolong mereka belajar bagaimana belajar.

 

c. Mengungkapkan miskonsepsi.

 

Dari peta konsep yang dibuat oleh para pelajar, ada kalanya ditemukan miskonsepsi yang terjadi dari dikaitkanya dua konsep atau lebih yang membentuk proposisi yang “salah”. Dalam kepustakaan pendidikan sains, berbagai nama ditemukan untuk miskonsepsi. Ada yang menyebutnya konsepsi anak, sains anak, miskonsepsi, dan beberapa lainya. Istlah “miskonsepsi” dihubungkan dengan “konsepsi ilmiah” yang dianggap “betul”. Istilah “sains anak” menganggap anak sebagai seorang ilmuan pemula, membangun dari pengalaman-pengalaman sehari-hari konsepsi yang menyerupai teori “ilmiah”.

 

Pentingnya miskonsepsi sehubungan dengan belajar telah disadari melalui pekerjaan piaget. Publikasinya semenjak tahun 1920-an mempengaruhi banyak pendidik yang mengembangkan pendekatan mengajar dengan memperhatikan miskonsepsi atau konsepsi anak ini. Karena miskonsepsi itu terbukti dapat bertahan dan mengganggu belajar seterusnya, miskonsepsi itu sedapat mungkin ditiadakan melalui proses perubahan konseptual akhir-akhir ini paling banyak mendapat perhatian para pendidik sains. Hal ini terbukti dari banyaknya penelitian yang dilakukan di negara-negara lain, tetapi tidak di negara kita.

 

d. Alat evaluasi.

 

Selama ini alat evaluasi yang dibuat oleh guru atau pelajar terutama berbentuk tes objektif atau tes esai. Walaupun cara evaluasi ini akan terus memegang peranan dalam dunia pendidikan, teknik evaluasi baru perlu dipikirkan untuk memecahkan masalah evaluasi yang kita hadapi dewasa ini. Salah satu yang disarankan ialah penggunaan peta konsep yang didasarkan pada tiga gagasan dalam teori ausubel. Dalam menilai peta konsep yang dibuat oleh para pelajar secara ringkas dikemukakan empat kriteria penilaian, yaitu: (1) kesahihan proposisi; (2) adanya hierarki; (3) adanya ikatan silang; (4) adanya contoh-contoh seperti yang dikemukakan Novak (1985).

 

5. Macam-Macam Peta Konsep

 

Menurut Nur (2000b), peta konsep ada empat macam, yaitu;

 

a. Pohon Jaringan (network tree)

 

Ide-ide pokok dibuat dalam persegi empat, sedangkan beberapa kata yang lain dituliskan pada garis-garis penghubung. Garis-garis pada peta konsep menunjukkan hubungan antara ide-ide itu. Kata-kata yang ditulis pada garis memberikan hubungan antara konsep-konsep. Pohon jaringan cocok digunakan untuk menvisualisasikan hal-hal berikut:

1) Menunujukkan sebab akibat.

2) Suatu hierarki.

3) Prosedur yang bercabang.

4) Istilah-istilah yang berkaitan yang dapat digunakan untuk menjelaskan hubungan-hubungan.

 

b. Rantai Kejadian (events chain)

 

Peta konsep rantai kejadian dapat digunakan untuk memberikan suatu urutan kejadian, langkah-langkah dalam suatu prosedur, atau tahap-tahap dalam suatu proses. Rantai kejadian cocok digunakan untuk

mengevaluasi hal-hal berikut;

1) Memberikan tahap-tahap dalam suatu proses.

2) Langkah-langkah dalam suatu prosedur linier.

3) Suatu urutan kejadian.

 

c. Peta Konsep Siklus (cycle concept map)

 

Dalam peta konsep siklus, rangkaian kejadian tidak menghasilkan suatu hasil final. Kejadian terakir dalam pada rantai itu menghubungkan kembali ke kejadian awal. Karena tidak ada hasil dan kejadian terakhir itu menghubungkan kembali ke kejadian awal, siklus itu berulang dengan sendirinya. Peta konsep siklus cocok digunakan untuk menunjukkan hubungan bagaimana suatu rangkaian kejadian berinteraksi untuk menghasilkan suatu kelompok hasil yang berulang-ulang.

 

d. Peta Konsep Laba-laba (spider comcept map)

 

Peta konsep laba-laba dapat digunakan untuk curah pendapat ide-ide berangkat dari suatu ide sentral, sehingga dapat mempeeroleh sejumlah besar ide yang bercampur aduk. Peta konsep laba-laba cocok digunakan untuk memvisuailisasikan hal-hal berikut;

1) Tidak menurut hierarki.

2) Kategori yang tidak pararel.

3) Hasil curah pendapat.

 

D.     METODE PENELITIAN

 

Setting dan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi selama tiga (3) bulan mulai bulan September sampai bulan November 2020. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII SMK tahun pelajaran 2020-2021 sebanyak 35 orang siswa, seorang guru PKK SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi dan seorang guru PKK lain sebagai pengamat. Pengambilan data dilakukan dengan teknik tes dan non tes . Teknik tes meliputi ulangan pada akhir siklus I dan akhir siklus II dan non tes meliputi observasi aktivitas siswa, observasi terhadap pembelajaran guru serta angket tanggapan siswa terhadap pembelajara guru. Sebagai tolok ukur penelitian ini , apabila rata-rata nilai ulangan harian siswa dalam kelas mencapai diatas KKM. Indikator keberhasilan (tolok ukur) penelitian tindakan kelas ini adalah : Indikator keberhasilan (tolok ukur) penelitian tindakan kelas ini adalah : Apabila sekurang-kurangnya 85% siswa memperoleh nilai minimal 83 dengan rentang nilai 0 sampai dengan 100. b). Meningkatnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, yaitu apabila skor aktivitas siswa minimal mencapai 70%. Prosedur Penelitian ini terdiri atas empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap siklus, yaitu 1). perencanaan, 2). Tindakan3). pengamatan,4). refleksi.(Arikunto,2006:74).

 

E.     PROSEDUR PENILAIAN

 

a.    Proses Tindakan Siklus I Perencanaan. Dalam perencanaan yang perlu disiapkan meliputi: Silabus , Rencana Pembelajaran, Sistem Penilaian dan Instrumen Penilaian. Pelaksanaan Tindakan. Pada tahap awal siswa diberi penjelasan singk kat tentang tugas yang harus diselesaikan dengan cara diskusi kelompok yang terdiri 5 atau 7 anak. Pada kegiatan ini belum menggunakan model pembelajaran kooperatif Mind Mapping. Observasi dilakukan bersamaan dengan tindakan,peneliti/pengamat (teman sejawat) mengamati kecermatan dan aktifitas siwa dalam diskusi kelompok dengan membuat catatan lapangan yang dapat digunakan pada saat refleksi. Refleksi. Pada akhir siklus diadakan refleksi dengan cara pemberian tes tertulis pada siswa. Hasil tes dan observasi aktifitas siswa dijadikan dasar perbaikan dan perubahan pada siklus II. Kekurangan pada siklus I diupayakan untuk diperbaiki dan hal-hal yang baik dipertahankan dan ditingkatkan pada siklus berikutnya.

 

b.    Proses Tindakan Siklus II Perencanaan’ Dalam perencanaan yang perlu disiapkan meliputi: Silabus , Rencana Pembelajaran, Sistem Penilaian dan Instrumen Penilaian. Pelaksanaan Tindakan. Pada tahap awal siswa diberi penjelasan singkat tentang tugas yang harus diselesaikan dengan cara diskusi kelompok yang terdiri 5 atau 7 anak. Pada kegiatan ini telah menggunakan model pembelajaran kooperatif Mind Mapping. Observasi Observasi dilakukan bersamaan dengan tindakan, peneliti/pengamat (teman sejawat) mengamati kecermatan dan aktifitas siwa dalam diskusi kelompok dengan membuat catatan lapangan yang dapat digunakan pada saat refleksi. Refleksi. Pada akhir siklus diadakan refleksi dengan cara pemberian tes tertulis pada siswa. Hasil tes dan observasi aktifitas siswa dijadikan dasar pengolahan data.

 

F.      HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

Pada kondisi awal hasil belajar yang rendah, minat dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran Matematika masih kurang, siswa belum berani mengajukan pertanyaan, susah berlatih soal, tidak berami mengemukakan pendapat dan kurang aktif. Hal tersebut dijadikan tolok ukur untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa sehingga didapatkan proses dan hasil pembelajaran yang lebih baik, khususnya pada Peningkatan Hasil Belajar Matematika Berikut tabel hasil ulangan harian pada kondisi awal. Tabel Hasil Ulangan Harian (UH) Kondisi Awal

 

No

Uraian

UH 1

 UH 2

1

Nilai terendah

35

67

2

Nilai tertinggi

89

97

3

Nilai rata-rata

78

86

4

Rentang nilai

54

30

Tabel: Distribusi frekuensi Nilai Ulangan Harian Kondisi Awal

Interval

Nilai

 

Frekuensi

Ulangan Harian 1

Ulangan Harian 2

31 - 40

1

0

41 - 50

0

0

51 − 60

0

0

61 – 70

2

3

71 – 80

12

3

81 – 90

20

21

91 − 100

0

8

Bila digambarkan dalam bentuk diagram blok (Chart) sebagai berikut

             

 

Diagram Blok (Chart) Nilai Ulangan Harian Kondisi Awal

 

 

 

 

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat direkap, nilai tertinggi 89 dan nilai terendah 35 dengan rata-rata nilai 78 pada ulangan harian pra siklus I, sedangkan data ulangan harian pra siklus II, nilai tertinggi 97 dan nilai terendah 67 dengan rata rata nilai 86.

 

Hasil Penelitian Siklus I

1. Perencanaan Tidakan terdiri dari :a. Kegiatan Pendahuluan, b. Kegiatan Inti Siswa dibagi kelompok terdiri dari 5 atau 7 siswa. c. Penutup.

2. Pelaksanaan Tindakan: tindakan dilakukan dengan menggunakan pembelajaran kontekstual secara berkelompok besar (tiap kelompok 5 atau 7 siswa ) pada materi Media Promosi dan Strategi Pemasaran

3. Hasil belajar: Berdasarkan analisis hasil diskusi kelompok diperoleh hasil dengan nilai tertinggi 89 dan nilai terendah 35. Hal ini berarti nilai hasil diskusi kelompok belum seperti yang diharapkan. Berdasarkan analisis hasil evaluasai mandiri diperoleh hasil dengan nilai rata-rata   78 dan prosentase ketuntasan 45,71% ini juga berarti nilai hasil belajar belum seperti yang diharapkan.

4. Hasil refleksi: Berdasarkan analisis hasil pengamatan guru, hasil pengamatan siswa dan hasil belajar siswa maka dapat diketahui bahwa pada siklus I indikator keberhasilan belum tercapai sehingga perlu diadakan tindakan perbaikan pada siklus II agar hasil belajar siswa dapat ditingkatkan.

 

Hasil Penelitian Siklus II

a. Hasil observasi terhadap guru: Prosentase skor 95% artinya secara keseluruhhan hasil observasi sangat baik, hasil ini lebih baik jika disbanding siklus I.

b. Hasil observasi terhadap siswa: kerjasama siswa dalam kelompok, keaktifan siswa dalam berdiskusi, keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi sudah baik. Prosentase skor 86% artinya secara keseluruhan hasil observasi siswa baik.

c. Hasil belajar: Berdasarkan analisis hasil evaluasi mandiri diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 87,14 dan prosentase ketuntasan 77 % ini menunjukkan hasil belajar sudah ada peningkatan. Prosentase ini menunjukkan hasil belajar belum sesuai harapan.

 

Berikut tabel hasil ulangan harian pada siklus I dan II.

Tabel Hasil Ulangan Harian (UH) Siklus 1 dan 2

No Uraian UH 1 UH 2

NO

Uraian

UH 1

UH2

1

Nilai terendah

67

75

2

Nilai tertinggi

97

100

3

Nilai rata-rata

86

88

4

Rentang nilai

30

25

Berdasarkan data di atas dapat dibuat tabel distribusi frekuensi sebagai berikut : Tabel Distribusi frekuensi Nilai Ulangan Harian Siklus 1 dan 2

Interval Nilai

Frekuensi

Ulangan Harian 1

Ulangan Harian 2

61 – 70

3

0

71 – 80

3

1

81 – 90

21

26

91 − 100

8

8

Bila digambarkan dalam bentuk diagram blok (Chart) sebagai berikut

 

               Diagram Blok (Chart) Nilai Ulangan Harian Siklus 1 dan 2

Berdasarkan tabel dan grafik di atas dapat direkap nilai tertinggi 97, nilai terendah 67 dan nilai rata-rata 86 pada siklus I. Sedangkan nilai tertinggi pada siklus II 100, nilai terendah 75 dan nilai rata-rata 88. Pembahasan Dan hasil kajian diatas pada pelaksanaan siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar. Pada siklus I prosentase skor untuk observasi guru 95%, observasi siswa 86% sedangkan pada siklus II prosentase skor untuk observasi guru 95% dan observasi siswa 93%. Dari hasil evaluasi mandiri pada siklus I nilai rata-rata 86 dan prosentase ketuntasan 77% sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 88 dan prosentase ketuntasan 97%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa indikator keberhasilan telah tercapai sesuai dengan yang diharapkan yaitu sekurang-kurangnya 95% siswa memperoleh nilai ≥ 83.

 

G.       PENUTUP

 

Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa melaui implementasi pembelajaran kooperatif dengan konsep MIND MAPPING dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi tahun pelajaran 2020-2021 dalam menyelesaikan soal-soal pada materi Media Promosi dan Strategi Pemasaran

Saran: Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diajukan saran-saran sebagai berikut.

1). Guru PKK di SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi sebaiknya menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan Mind Mapping pada materi pokok Media Promosi dan Strategi Pemasaran.

2).Hasil penelitian ini hendaknya digunakan untuk refleksi bagi guru, Kepala Sekolah dan orang tua siswa.

3). Guru harus pandai dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dalam PKK sebagai  alternatif pembelajaran PKK.

4). Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

https://www.kajianpustaka.com/2019/03/penelitian-tindakan-kelas-ptk.html [diunggah pada hari senin 19 Oktober 2020. Pukul 11.50]

 

http://pgdikdas.kemdikbud.go.id/read-news/mengenal-model-pembelajaran-discovery- learning#:~:text=Model%20pembelajaran%20penyingkapan%2Fpenemuan%20(Discovery,menemuk an%20beberapa%20konsep%20dan%20prinsip. [diunggah pada hari senin 19 Oktober 2020. Pukul 14.16]

https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/19/model-pembelajaran-inovatif/ [diunggah pada hari senin 19 Oktober 2020. Pukul 14.26]

 

https://www.tripven.com/penelitian-tindakan-kelas/ [diunggah pada hari senin 19 Oktober 2020. Pukul 14.59]

 

https://goeroendeso.wordpress.com/2018/03/18/mengenal-siklus-dalam-penelitian-tindakan- kelas/#:~:text=Secara%20umum%2C%20penelitian%20tindakan%20kelas,%3B%20dan%20(4)%20refl eksi. [diunggah pada hari Senin 19 Oktober 2020. Pukul 15.27]

 

https://disdikpora.bulelengkab.go.id/artikel/langkah-langkah-pembelajaran-kooperatif-13 [diunggah pada hari Senin 19 Oktober 2020. Pukul 16.40]


lampiran

2. Instrumen Pengumpul Data

FORMAT PENGAMATAN SISWA

Mata pelajaran                   : PKK

Guru yang mengajarkan      : Jusida sulistyowati, S.pd

Topik yang diajarkan           : Media Promosi dan Strategi Pemasaran

Waktu                              : 27 Oktober – 2 November 2020

No.

Ciri Prilaku Siswa dalam Melaksanakan Kegiatan Belajar

Ada/Ya

Tidak ada

Komentar

1.

Mencari dan memberikan informasi

 

 

2.

Bertanya kepada guru atau siswa lain

 

 

3.

Mengajukan pendapat atau komentar kepada guru atau kepada siswa

 

 

4.

Diskusi atau memecahkan masalah

 

 

5.

Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru

 

 

6.

Memanfaatkan sumber belajar yang ada

 

 

7.

Menilai dan memperbaiki pekerjaannya

 

 

8.

Membuat simpulan sendiri tentang pembelajaran yang diterimanya

 

Meskipun belum semua siswa membuat kesimpulan

9.

Dapat menjawab pertanyaan guru

dengan tepat saat berlangsung KBM

 

Meskipun belum semua siswa menjawab  pertanyaan dengan tepat

10.

Memberikan contoh dengan benar

 

 

11.

Dapat memecahkan masalah dengan tepat

 

 

12

Ada usaha dan motivasi untuk mempelajari bahan pelajaran atau

stimulus yang diberikan oleh guru

 

 

13.

Dapat bekerja sama dan berhubungan dengan siswa lain

 

 

14.

Menyenangkan dalam KBM

 

 

15.

Dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru pada akhir pelajaran

 

 

 

Keterangan : No. 1 sampai dengan no. 8 ialah ciri proses sedangkan no. 9 sampai dengan no. 15 ialah ciri hasil belajar.

Bekasi, 14 November 2020

Penyaji,

Pengamat,

1.  P. Surahman, S.Pd

2.  ………………..

3.  ………………..                                               Jusida Sulistyowati, S.Pd


FORMAT PENGAMATAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Mata Pelajaran         : PKK

Satuan Pendidikan     : SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi

Kelas/Semester        : XII /5

Waktu                    : 27 Oktober – 2 November 2020

Butir Pembelajaran    : 4

 

 

Bagian

 

Pengamatan

Apakah Guru Melaksanakanya

 

Komentar

YA

TIDAK

 

Persiapan

Skenario pembelajaran/ perencanaan pembelajaran

 

 

Penyiapan alat/media pembelajaran

 

 

Penampilan penyaji

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyajian

PENDAHULUAN

 

 

Pemeriksaan kehadiran siswa

 

 

Pelaksanaan apersepsi

 

 

Pengungkapan tujuan    pembelajaran

 

 

Pemberian motivasi pembelajaran yang

menarik berkaitan dengan tujuan pembelajaran

 

 

Penjelasan alur pelaksanaan pembelajaran (pengelompokan dsb. )

 

 

POKOK

 

 

Penerapan strategi pembelajaran

 

 

Pemanduan sajian materi pembelajaran (keterpaduan bahan)

 

 

Penggunaan alat/media pembelajaran

 

 

Penerapan teknik      bertanya

 

 

Pemberian pengalaman berbahasa kepada siswa

 

 

Pembahasan hasil kerja melibatkan keaktifan  siswa

 

 

Pemberian bimbingan    siswa

 

 

Penggunaan bahasa penyaji

 

 

PENUTUP

 

 

Penggunaan sistem     penilaian (tetulis/lisan)

 

 

Pemberian tindak lanjut (perbaikan/pengayaan)

 

 

Pemahaman wawasan    siswa (Tugas ke Perpus takaan dsb.)

 

 

JUMLAH

21

1

 

Simpulan                 : 21 : 22 = 95 %

…………………………………………………. Saran saran     : …………………………………………………..

…………………………………………………..

Pengamat,                                                      Penyaji,

1. Surahman, S,Pd.

2. …………………………….....

3.  ………………………………..                                            Jusida Sulistyowati, S.Pd.

NIP.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


               TARUNA BANGSA.jpgImage result for logo tut wuri handayani tiga dimensiYAYASAN PENDIDIKAN NASIONAL TARUNA BANGSA

SMK TARUNA BANGSA KOTA BEKASI

NILAI EVALUASI PKK

TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

DAFTAR NILAI EVALUASI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN SIKLUS 1

 

 

No

Timestamp

Score

Nama :

Kelas

1

27/10/2020 03:10

97

ADITYA GALANG YUDHISTIRA

XII

2

31/10/2020 16:27

97

AHMAD SYAUQI HABIBI

XII

3

27/10/2020 09:27

97

ALFAHRIO RAMADHAN

XII

4

2/11/2020 08:51

67

ANANDA PUTRA PRASETYO

XII

5

2/11/2020 10:21

77

ANDI HAKIM MUFLIH MAULANA

XII

6

2/11/2020 10:11

97

ARDI HENRIAWAN

XII

7

2/11/2020 13.45

77

ARYA MAULANA

XII

8

27/10/1010 15:21

77

BIMA DWI MARDIKA

XII

9

2/11/2020 09:26

67

DAVID ARIF KURNIAWAN

XII

10

2/11/2020 11:19

97

DEBBY FEBRIANSYAH

XII

11

2/11/2020 15:00

97

DIMAS SYAHRUL RAMADHAN

XII

12

2/11/2020 11:20

97

FADHIL POETRA HARYONO

XII

13

2/11/2020 13:24

67

FARIZ OKTAVIANTO PUTRA T

XII

14

28/11/2020 18:00

85

GILANG RAMADHAN

XII

15

27/10/2020 03:10

87

GLENN IMANUEL BERA

XII

16

31/10/2020 16:27

88

HILDAF WAHYU NUGROHO

XII

17

27/10/2020 09:27

84

LUKY HAR AZRIEL

XII

18

2/11/2020 08:51

86

M ADHA ZIDANE SA

XII

19

2/11/2020 10:21

87

M KHOIRUL FIKRI

XII

20

2/11/2020 10:11

80

M. NOPAL

XII

21

2/11/2020 13.45

90

MARENO DARYL FAHREZI

XII

22

27/10/1010 15:21

82

MUHAMMAD DIFARDI

XII

23

2/11/2020 09:26

88

MUHAMMAD FARHAN WARDANA

XII

24

2/11/2020 11:19

82

MUHAMMAD REYNALDY

XII

25

2/11/2020 15:00

84

MUMFADIL NURHUDA

XII

26

2/11/2020 11:20

82

NIROB ADJI SAPUTRA

XII

27

2/11/2020 13:24

86

NUR ANWAR

XII

28

28/11/2020 18:00

88

OWEN MULYA

XII

29

2/11/2020 11:30

88

PRAKA DANIEL SIGIT S

XII

30

2/11/2020 09:23

85

RIDHO FADILLAH

XII

31

27/10/2020 10:48

86

SIGIT HARYO YUDHANTO

XII

32

28/11/2020 18:00

84

SIGIT PRASETYO

XII

33

2/11/2020 11:30

86

SINGGIH NUR ADI KUSUMA

XII

34

2/11/2020 09:23

84

THIRAFI KURNIAWAN YUSUF

XII

35

27/10/2020 10:48

85

TRIO AJI PAMUNGKAS

XII

Bekasi, 3 Nopember 2020 Guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan

 

 

Jusida Sulistyowati, S.Pd

NR. 131136


NILAI LKPD SIKLUS 1 PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

 

 

NAMA ANGGOTA

NILAI

 

 

Kelompok 1

1

ADITYA GALANG YUDHISTIRA

 

 

83

2

AHMAD SYAUQI HABIBI

3

ALFAHRIO RAMADHAN

4

ANANDA PUTRA PRASETYO

5

ANDI HAKIM MUFLIH MAULANA

 

 

Kelompok 2

1

ARDI HENRIAWAN

 

 

83

2

ARYA MAULANA

3

BIMA DWI MARDIKA

4

DAVID ARIF KURNIAWAN

5

DEBBY FEBRIANSYAH

 

 

Kelompok 3

1

DIMAS SYAHRUL RAMADHAN

 

 

85

2

FADHIL POETRA HARYONO

3

FARIZ OKTAVIANTO PUTRA T

4

GILANG RAMADHAN

5

GLENN IMANUEL BERA

 

 

Kelompok 4

1

HILDAF WAHYU NUGROHO

 

 

83

2

LUKY HAR AZRIEL

3

M ADHA ZIDANE SA

4

M KHOIRUL FIKRI

5

M. NOPAL

 

 

Kelompok 5

1

MARENO DARYL FAHREZI

 

 

87

2

MUHAMMAD DIFARDI

3

MUHAMMAD FARHAN WARDANA

4

MUHAMMAD REYNALDY

5

MUMFADIL NURHUDA

 

 

Kelompok 6

1

NIROB ADJI SAPUTRA

 

 

 

85

2

NUR ANWAR

3

OWEN MULYA

4

PRAKA DANIEL SIGIT S

5

RIDHO FADILLAH

 

 

Kelompok 7

1

SIGIT HARYO YUDHANTO

 

 

 

87

2

SIGIT PRASETYO

3

SINGGIH NUR ADI KUSUMA

4

THIRAFI KURNIAWAN YUSUF

5

TRIO AJI PAMUNGKAS

Bekasi, 20 Oktober 2020

Guru Produk Kreatif dan

Kewirausahaan

 

 

Jusida Sulistyowati S.Pd

NR. 131136.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FORMAT PENGAMATAN SISWA

Mata pelajaran                   : PKK

Guru yang mengajarkan      : Jusida sulistyowati, S.pd

Topik yang diajarkan           : Media Promosi dan Strategi Pemasaran

Waktu                              : 3 Oktober – 10 November 2020

No.

Ciri Prilaku Siswa dalam Melaksanakan Kegiatan Belajar

Ada/Ya

Tidak ada

Komentar

1.

Mencari dan memberikan informasi

 

 

2.

Bertanya kepada guru atau siswa lain

 

 

3.

Mengajukan pendapat atau komentar kepada guru atau kepada siswa

 

 

4.

Diskusi atau memecahkan masalah

 

 

5.

Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru

 

 

6.

Memanfaatkan sumber belajar yang ada

 

 

7.

Menilai dan memperbaiki pekerjaannya

 

 

8.

Membuat simpulan sendiri tentang pembelajaran yang diterimanya

 

Meskipun belum semua siswa membuat kesimpulan

9.

Dapat menjawab pertanyaan guru

dengan tepat saat berlangsung KBM

 

 

10.

Memberikan contoh dengan benar

 

 

11.

Dapat memecahkan masalah dengan tepat

 

 

12

Ada usaha dan motivasi untuk mempelajari bahan pelajaran atau

stimulus yang diberikan oleh guru

 

 

13.

Dapat bekerja sama dan berhubungan dengan siswa lain

 

 

14.

Menyenangkan dalam KBM

 

 

15.

Dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru pada akhir pelajaran

 

 

 

Keterangan : No. 1 sampai dengan no. 8 ialah ciri proses sedangkan no. 9 sampai dengan no. 15 ialah ciri hasil belajar.

Bekasi, 14 November 2020

Penyaji,

Pengamat,

1.  Surahman, S.Pd

2.  ………………..

3.  ………………..                                               Jusida Sulistyowati, S.Pd


FORMAT PENGAMATAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

Mata Pelajaran         : PKK

Satuan Pendidikan     : SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi

Kelas/Semester        : XII /5

Waktu                    : 3 November – 10 November 2020

Butir Pembelajaran    : 4

 

 

Bagian

 

Pengamatan

Apakah Guru Melaksanakanya

 

Komentar

YA

TIDAK

 

Persiapan

Skenario pembelajaran/ perencanaan pembelajaran

 

 

Penyiapan alat/media pembelajaran

 

 

Penampilan penyaji

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penyajian

PENDAHULUAN

 

 

Pemeriksaan kehadiran siswa

 

 

Pelaksanaan apersepsi

 

 

Pengungkapan tujuan    pembelajaran

 

 

Pemberian motivasi pembelajaran yang

menarik berkaitan dengan tujuan pembelajaran

 

 

Penjelasan alur pelaksanaan pembelajaran (pengelompokan dsb. )

 

 

POKOK

 

 

Penerapan strategi pembelajaran

 

 

Pemanduan sajian materi pembelajaran (keterpaduan bahan)

 

 

Penggunaan alat/media pembelajaran

 

 

Penerapan teknik      bertanya

 

 

Pemberian pengalaman berbahasa kepada siswa

 

 

Pembahasan hasil kerja melibatkan keaktifan  siswa

 

 

Pemberian bimbingan    siswa

 

 

Penggunaan bahasa penyaji

 

 

PENUTUP

 

 

Penggunaan sistem     penilaian (tetulis/lisan)

 

 

Pemberian tindak lanjut (perbaikan/pengayaan)

 

 

Pemahaman wawasan    siswa (Tugas ke Perpus takaan dsb.)

 

 

JUMLAH

21

1

 

Simpulan                 : 21 : 22 = 95 %

…………………………………………………. Saran saran     : ………………………………………………..

…………………………………………………..

Pengamat,                                                      Penyaji,

1. Surahman, S,Pd.

2. …………………………….....

3.  ………………………………..                                            Jusida Sulistyowati, S.Pd.

NIP.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TARUNA BANGSA.jpgImage result for logo tut wuri handayani tiga dimensiYAYASAN PENDIDIKAN NASIONAL TARUNA BANGSA

SMK TARUNA BANGSA KOTA BEKASI

NILAI EVALUASI PKK

TAHUN PELAJARAN 2020/2021

 

DAFTAR NILAI EVALUASI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN SIKLUS 2

 

 

No

Timestamp

Score

Nama :

Kelas

1

11/11/2020 03:10

90

ADITYA GALANG YUDHISTIRA

XII

2

13/11/2020 16:27

95

AHMAD SYAUQI HABIBI

XII

3

15/11/2020 09:27

90

ALFAHRIO RAMADHAN

XII

4

12/11/2020 08:51

90

ANANDA PUTRA PRASETYO

XII

5

12/11/2020 10:21

83

ANDI HAKIM MUFLIH MAULANA

XII

6

12/11/2020 10:11

90

ARDI HENRIAWAN

XII

7

12/11/2020 13.45

90

ARYA MAULANA

XII

8

12/10/1010 15:21

88

BIMA DWI MARDIKA

XII

9

12/11/2020 09:26

83

DAVID ARIF KURNIAWAN

XII

10

12/11/2020 11:19

83

DEBBY FEBRIANSYAH

XII

11

12/11/2020 15:00

83

DIMAS SYAHRUL RAMADHAN

XII

12

12/11/2020 11:20

88

FADHIL POETRA HARYONO

XII

13

12/11/2020 13:24

83

FARIZ OKTAVIANTO PUTRA T

XII

14

13/11/2020 18:00

83

GILANG RAMADHAN

XII

15

12/11/2020 03:10

95

GLENN IMANUEL BERA

XII

16

13/11/2020 16:27

100

HILDAF WAHYU NUGROHO

XII

17

12/11/2020 09:27

83

LUKY HAR AZRIEL

XII

18

12/11/2020 08:51

95

M ADHA ZIDANE SA

XII

19

12/11/2020 10:21

83

M KHOIRUL FIKRI

XII

20

12/11/2020 10:11

83

M. NOPAL

XII

21

12/11/2020 13.45

100

MARENO DARYL FAHREZI

XII

22

12/11/1010 15:21

83

MUHAMMAD DIFARDI

XII

23

12/11/2020 09:26

97

MUHAMMAD FARHAN WARDANA

XII

24

12/11/2020 11:19

83

MUHAMMAD REYNALDY

XII

25

12/11/2020 15:00

83

MUMFADIL NURHUDA

XII

26

12/11/2020 11:20

75

NIROB ADJI SAPUTRA

XII

27

12/11/2020 13:24

84

NUR ANWAR

XII

28

12/11/2020 18:00

100

OWEN MULYA

XII

29

12/11/2020 11:30

88

PRAKA DANIEL SIGIT S

XII

30

12/11/2020 09:23

88

RIDHO FADILLAH

XII

31

12/11/2020 10:48

88

SIGIT HARYO YUDHANTO

XII

32

12/11/2020 18:00

83

SIGIT PRASETYO

XII

33

12/11/2020 11:30

90

SINGGIH NUR ADI KUSUMA

XII

34

12/11/2020 09:23

95

THIRAFI KURNIAWAN YUSUF

XII

35

12/11/2020 10:48

83

TRIO AJI PAMUNGKAS

XII

Bekasi, 13 Nopember 2020 Guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan

 

 

Jusida Sulistyowati, S.Pd

NR. 131136


NILAI LKPD SIKLUS 2 PKK

 

 

NAMA ANGGOTA

NILAI

 

 

Kelompok 1

1

ADITYA GALANG YUDHISTIRA

 

 

83

2

AHMAD SYAUQI HABIBI

3

ALFAHRIO RAMADHAN

4

ANANDA PUTRA PRASETYO

5

ANDI HAKIM MUFLIH MAULANA

 

 

Kelompok 2

1

ARDI HENRIAWAN

 

 

83

2

ARYA MAULANA

3

BIMA DWI MARDIKA

4

DAVID ARIF KURNIAWAN

5

DEBBY FEBRIANSYAH

 

 

Kelompok 3

1

DIMAS SYAHRUL RAMADHAN

 

 

87

2

FADHIL POETRA HARYONO

3

FARIZ OKTAVIANTO PUTRA T

4

GILANG RAMADHAN

5

GLENN IMANUEL BERA

 

 

Kelompok 4

1

HILDAF WAHYU NUGROHO

 

 

90

2

LUKY HAR AZRIEL

3

M ADHA ZIDANE SA

4

M KHOIRUL FIKRI

5

M. NOPAL

 

 

Kelompok 5

1

MARENO DARYL FAHREZI

 

 

90

2

MUHAMMAD DIFARDI

3

MUHAMMAD FARHAN WARDANA

4

MUHAMMAD REYNALDY

5

MUMFADIL NURHUDA

 

 

Kelompok 6

1

NIROB ADJI SAPUTRA

 

 

 

90

2

NUR ANWAR

3

OWEN MULYA

4

PRAKA DANIEL SIGIT S

5

RIDHO FADILLAH

 

 

Kelompok 7

1

SIGIT HARYO YUDHANTO

 

 

 

87

2

SIGIT PRASETYO

3

SINGGIH NUR ADI KUSUMA

4

THIRAFI KURNIAWAN YUSUF

5

TRIO AJI PAMUNGKAS

Bekasi, 13 November 2020

Guru Produk Kreatif dan

Kewirausahaan

 

 

Jusida Sulistyowati S.Pd

NR. 131136.

 

 

 sertifikasi pendidik adalah

sertifikasi pendidikan

sertifikasi pendidik 2021

sertifikasi pendidik google

sertifikasi pendidik dan kualifikasi pendidikan

sertifikasi pendidik untuk dosen

sertifikasi pendidik dilakukan secara berikut ini kecuali

sertifikasi pendidik guru

sertifikasi pendidik dan kualifikasi pendidik

sertifikat pendidik adalah

sertifikat pendidik apakah sama dengan akta 4

sertifikat pendidik apakah sama dengan akta mengajar

sertifikat pendidikan adalah

sertifikasi guru adalah

sertifikasi guru akan dihapus

sertifikasi guru agama islam

e-sertifikasi

sertifikasi guru berapa

sertifikasi guru berapa bulan sekali

sertifikasi guru belum cair

sertifikasi guru bulan desember 2020

sertifikasi guru berapa juta

sertifikasi guru bk

sertifikasi guru bahasa inggris

sertifikasi guru belum cair 2019

sertifikasi pendidik cpns

sertifikat pendidik cpns 2019

sertifikat pendidik cpns

sertifikat pendidik cpns 2020

sertifikat pendidik cara mendapatkan

sertifikat pendidik contoh

sertifikasi guru cair

sertifikasi guru cair 2020

sertifikasi pendidik dosen

sertifikat pendidik dan akta 4

sertifikat pendidik dosen

sertifikat pendidik dalam skb

sertifikat pendidik didapat dari mana

e sertifikat pendidikan.id

sertifikasi guru facebook

sertifikasi guru fungsi

sertifikasi guru golongan 4a

sertifikasi guru golongan 4b

sertifikasi guru gaji

sertifikasi guru gtt di sekolah negeri

sertifikasi guru honorer di sekolah negeri

sertifikasi guru honorer

sertifikasi guru honorer 2020

sertifikasi guru hilang

sertifikasi guru honorer sekolah negeri

sertifikasi guru honorer 2020 kapan cair

sertifikasi guru honor

sertifikasi guru honorer 2021

sertifikat pendidik itu apa

sertifikasi guru.id

sertifikasi guru info gtk

sertifikasi guru jalur s2 2020

sertifikasi guru jawa tengah 2019 kapan cair

sertifikasi guru jalur s2 2019

sertifikasi guru jawa tengah 2020 kapan cair

sertifikasi guru jawa barat 2020

sertifikasi guru juli 2020

sertifikasi guru jambi 2020

sertifikasi guru jurnal

cek sertifikasi pendidik

cek no sertifikasi pendidik

sertifikasi pendidik lkp

sertifikat pendidik linier

sertifikat pendidik lulus skb

sertifikasi guru lampung 2020

sertifikasi guru lamongan

sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi

sertifikat lembaga pendidikan

sertifikat pendidik yang linear

sertifikat pendidik mandiri

sertifikasi guru mandiri

sertifikasi guru mau dihapus

sertifikasi guru madrasah 2020

sertifikasi guru madrasah

sertifikasi guru mi

sertifikasi guru mulai tahun berapa

sertifikasi guru mei 2020

mendapatkan sertifikat pendidik

sertifikasi pendidikan anak

sertifikasi pendidikan adalah

sertifikasi guru non pns 2020 kapan cair

sertifikasi guru non pns sekolah negeri

sertifikasi guru non pns 2021 kapan cair

sertifikasi guru ngaji

sertifikasi guru non sarjana

sertifikat pendidik online

sertifikasi guru oktober 2019

sertifikasi guru oktober 2020

sertifikasi guru online

sertifikasi guru org

cek sertifikat pendidik online

sertifikat pendidik dikeluarkan oleh

sertifikat pendidik ditetapkan oleh pemimpin perguruan tinggi dan diregistrasi oleh

sertifikat pendidik ppg

sertifikat pendidik profesional

sertifikat pendidik pengganti skb

sertifikat pendidik prajabatan

sertifikat pendidik pppk

sertifikat pendidik ppg 2019

sertifikasi guru ppg dalam jabatan

sertifikasi guru pai 2020

sertifikat pendidik ristekdikti

sertifikasi guru ra

sertifikasi ruang guru

cek sertifikat pendidik ristekdikti

sertifikat pendidik diregistrasi oleh

sertifikat pendidik sama dengan akta 4

sertifikat pendidik skb

sertifikasi guru swasta

sertifikasi guru sd 2020 kapan cair

sertifikasi guru swasta 2020 kapan cair

sertifikasi guru sd

sertifikasi guru swasta 2020

sertifikasi guru sd 2020

sertifikat pendidik tidak sesuai dengan ijazah

sertifikat pendidik tidak ikut skb

sertifikasi tenaga pendidik

sertifikasi guru triwulan 3 2020 kapan cair

sertifikasi guru tahun 2020

sertifikasi guru triwulan 2 2020 kapan cair

sertifikasi guru tahun 2020 kapan cair

sertifikasi guru triwulan 1 2021 kapan cair

sertifikasi pendidik untuk cpns

sertifikat pendidik untuk cpns 2019

sertifikat pendidik untuk naik pangkat

sertifikat pendidik untuk cpns

sertifikat pendidik ut

sertifikat pendidik upi

sertifikat pendidik untuk dosen

uu sertifikasi guru

uu sertifikasi guru dan dosen

uu sertifikasi

sertifikat webinar pendidikan

sertifikat webinar pendidikan pdf

guru sertifikasi wajib mengajar 24 jam

sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh kemendikbud

sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh kemendikbud / kemenristek dikti / kemenag

sertifikat pendidik yang dikeluarkan kemendikbud

sertifikasi guru yang tidak linier

sertifikasi guru yang belum s1

sertifikasi guru yoga

sertifikasi guru yayasan

sertifikat pendidik diperoleh dari

sertifikat pendidik 2019

sertifikat pendidik 2020

sertifikat pendidik 2021

sertifikasi guru 2020

sertifikasi guru 2021

sertifikasi guru 2020 kapan cair

sertifikasi guru 2021 kapan cair

sertifikat pendidik akta 4

akta 4 sertifikat pendidik

sertifikasi 80+


 tags :

#sertifikasipendidikguru

#sertifikasipendidikuntukdosen

#sertifikasipendidikdosen

#sertifikasipendidikgoogle

#sertifikasipendidikuntukcpns

#sertifikasipendidikcpns

#sertifikasipendidikanadalah

#sertifikasipendidikdantenagakependidikan

#sertifikasipendidikadalah

#sertifikatpendidikadalah

#sertifikatapakahsamadenganaktamengajar

#sertifikatpendidikapakahsamadenganakta4

#sertifikatpendidikanadalah

#sertifikasiguruadalah

#sertifikasiguruakandihapus

#sertifikasiguruagama

#e-sertifikasi

#esertifikasi

#sertifikasiguruberapa

#sertifikasiguruberapabulansekali

#sertifikasigurubelumcair

#sertifikasigurubelumcair2019

#sertifikasigurubahasainggris

#sertifikasigurubk

#sertifikasigurubulanoktober2019

#sertifikasiguruberapajuta

#sertifikatpendidikcpns2019

#sertifikatpendidikcpns

#sertifikatpendidikcpns2020

#sertifikatpendidikcaramendapatkan

#sertifikatpendidikcontoh

#sertifikatpendidikcpns2018

#sertifikasigurucair

#sertifikatpendidikdanakta4

#sertifikatpendidikdosen

#sertifikatpendidikdalamskb

#sertifikatpendidikdarikemendikbud

#sertifikatpendidikdidapatdarimana

#sertifikatpendidikdanaktamengajar

#e-sertifikatwebinarpendidikan

#sertifikasigurufacebook

#sertifikasigurufungsi

#sertifikasigurugolongan4a

#sertifikasigurugaji

#sertifikasigurugttdisekolahnegeri

#sertifikasigurugolongan4b

#sertifikatpendidikanguru

#sertifikatpendidikdiperolehdari

#sertifikasiguruhonorerdisekolahnegeri

#sertifikasiguruhonorer

#sertifikasiguruhonorer2020

#sertifikasiguruhilang

#sertifikasiguruhonor

#sertifikasiguruhonorer2019

#sertifikasiguruhonorer2020kapancair

#sertifikasiguruharuslinier

#sertifikatpendidikituapa

#sertifikasiguru.id

#sertifikasiguruinfogtk

#sertifikasigurujalurs22020

#sertifikasigurujawatengah2019kapancair

#sertifikasigurujalurs22019

#sertifikasigurujawabarat2020

#sertifikasigurujalurs2

#sertifikasigurujawatengah2020kapancair

#sertifikasigurujuli2020

#sertifikasigurujuli2019

#ceksertifikasipendidik

#ceknosertifikasipendidik

#sertifikatpendidiklinier

#sertifikatpendidiklulusskb

#sertifikasigurulampung2020

#sertifikasigurulamongan

#sertifikatluluspendidikandanpelatihanmengemudi

#sertifikatlembagapendidikan

#contohsertifikatpendidiklinier

#sertifikatpendidikmandiri

#sertifikasigurumaudihapus

#sertifikasigurumadrasah2020

#sertifikasigurumulaitahunberapa

#sertifikasigurumetodeummi

#sertifikasigurumi

#sertifikasigurumadrasah

#sertifikasigurumusik

#mendapatkansertifikatpendidik

#sertifikasigurunonpns2020kapancair

#sertifikasigurunonsarjana

#sertifikasigurunonpnssekolahnegeri

#sertifikasigurunovember2019

#sertifikasigurungaji

#sertifikasigurunonpnstriwulan22020kapancair

#sertifikasigurunonpnstahun2020kapancair

#sertifikasi guru ntt 2020

#sertifikatpendidikonline

#sertifikasiguruoktober2019

#sertifikasiguruoktober2020

#sertifikasiguruonline

#sertifikasiguruoktober2019kapancair

#sertifikasiguruorg

#ceksertifikatpendidikonline

#sertifikatpendidikdikeluarkanoleh

#sertifikatpendidikppg

#sertifikatpendidikprofesional

#sertifikatpendidikpenggantiskb

#sertifikatpendidikppg2019

sertifikat pendidik prajabatan

sertifikasi guru paud

sertifikasi guru pai 2019

#sertifikasigurupai2020

#sertifikatpendidikristekdikti

#sertifikasigurura

#sertifikasigururenang

#sertifikasigurura2019

#sertifikasiruangguru

#ceksertifikatpendidikristekdikti

#sertifikatpendidiksamadenganakta4

#sertifikatpendidiksyaratcpns2019

#sertifikatpendidikskb

#sertifikasiguruswasta

#sertifikasigurusd

#sertifikasigurusd2020kapancair

#sertifikasiguruswasta2020kapancair

#sertifikasiguruswasta2020

#sertifikatpendidiktidaksesuaidenganijazah

#sertifikatpendidiktidakikutskb

#sertifikasitenagapendidik

#sertifikasigurutriwulan32020kapancair

#sertifikasigurutahun2020

#sertifikasigurutahun2019

#sertifikasigurutriwulan22020kapancair

#sertifikasigurutahun2020kapancair

#sertifikatpendidikuntukcpns

#sertifikatpendidikuntuknaikpangkat

#sertifikatpendidikuntukdaftarcpns

#sertifikatpendidikuniversitasterbuka

#sertifikatpendidikuntukdosen

#sertifikatpendidikuntukskd

#uusertifikasiguru

#uutentangsertifikasiguru

#uusertifikasigurudandosen

#uusertifikasi

#sertifikatpendidikvsaktamengajar

#verifikasisertifikatpendidik

#sertifikatwebinarpendidikan

#gurusertifikasiwajibmengajar24jam

#sertifikatpendidikyangdikeluarkanolehkemendikbud

#sertifikatpendidikyangdikeluarkanoleh kemendikbud/kemenristekdikti/kemenag

#sertifikatpendidikyanglinear

#sertifikatpendidikyangdikeluarkankemendikbud

#sertifikasiguruyangbelums1

#sertifikasiguruyangtidaklinier

#sertifikasiguruyayasan

#sertifikasiguruyoga

#sertifikatpendidikut

#sertifikatpendidik2019

#sertifikatpendidik2020

#sertifikasiguru2020

#sertifikasiguru2020kapancair

#sertifikasiguru2019kapancair

#sertifikasiguru2021

#sertifikasiguru2020triwulan3

#sertifikasiguru2020triwulan3kapancair

#sertifikatpendidikakta4

#akta4sertifikatpendidik

#sertifikasi80+




Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL BELAJAR MAHASISWA

CONNECTION Review Pengembangan Perangkat

FORM REFLEKSI PPL 2 (LK-BR4)