PENELITIAN TINDAKAN KELAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN METODE PETA KONSEP (MIND MAPPING) (Jusida Sulistyowati, S.Pd. Bidang studi Produk Kreatif dan Kewirausahaan)
ABSTRAK
Dalam pembelajaran Media Promosi dan Strategi Pemasaran siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota
Bekasi masih banyak yang di bawah KKM (KKM 83) terutama dalam
menyelesaikan soal-soal. Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkan
hasil belajar PKK tersebut yaitu melalui implementasi pembelajaran kooperatif dengan Konsep Mind Mapping.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas
XII SMK Taruna Bangsa Koa Bekasi tahun pelajaran 2020/2021
dalam menyelesaikan soal-soal pada materi pokok Media Promosi dan Strategi Pemasaran (MPDSP) melalui
implementasi pembelajaran kooperatif dengan Konsep Mind Mapping. Subyek penelitian adalah siswa
kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota
Bekasi jumlah 35 anak, seorang guru PKK dan seorang pengamat. Data yang dikumpulkan meliputi hasil belajar
siswa, hasil observasi guru, hasil observasi siswa. Penelitian ini merupakan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus
meliputi 4(empat) tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan
(observasi) dan refleksi. Pada penelitian ini dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya
85% siswa memperoleh nilai ≥ 83. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Ketuntasan belajar siswa pada siklus
I sebesar 77% dengan nilai rata-rata 86 dan pada siklus II sebesar
97% dengan nilai rata-rata 88 (2) Skor aktivitas siswa pada siklus I sebesar
86% dan pada
siklus II sebesar 93%. Dari data tersebut di atas jelas menunjukkan bahwa pada siklus I hasil belajar belum
sesuai harapan yang berarti indikator keberhasilan belum tercapai sedangkan pada siklus
II hasil belajar sudah sesuai harapan yang berarti indikator keberhasilan sudah
tercapai.
Kata Kunci : Mind Mapping, Peta konsep, Media Promosi dan strategi Pemasaran.
A.
PENDAHULUAN
Dalam pembelajaran Media Promosi dan Strategi Pemasaran kebanyakan siswa menganggap PKK
adalah mata pelajaran yang sulit dipahami sehingga setiap
kali ada jam pelajaran PKK umumnya mereka kurang
semangat terlebih dahulu, akibatnya sulit bagi siswa untuk berkonsentrasi
menguasai materi PKK pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.Yang mereka keluhkan adalah
bagaimana membuat siswa tertarik, mudah memahami dan akhirnya jadi cinta PKK.
Materi pokok Media Promosi dan Strategi Pemasaran yang sekarang
diberikan di kelas XII semester 1 adalah salah satu materi yang soal-soalnya sering disajikan dalam bentuk soal
cerita.
Sehingga hampir setiap kali sampai ke materi
ini banyak diantara siswa kurang memahami bahkan ada yang tidak paham sama sekali.
Akibatnya siswa tidak mampu dalam menyelesaikan soal-soalnya ini terlihat pada
setiap kali diadakan test (ulangan) pada materi pokok ini siswa memperoleh
hasil kurang memuaskan artinya nilai test siswa kurang memuaskan artinya nilai
tes siswa banyak di bawah 83 (83 adalah
batas tuntas untuk materi pokok MPDSP). Oleh karena itu bersama guru-guru PKK yang lain di SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi berkolaborasi mencoba
mencari cara dan model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi
permasalahan-permasalahan yang ada. Untuk itu maka peneliti mencoba menerapkan
model pembelajaran, Mind Mapping yaitu model pembelajaran kooperatif dengan Peta Konsep, yang nantinya
diharapkan akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam
menyelesaikan soal-soal pada materi pokok SistemMedia Promosi dan strategi Pemasaran. Untuk
meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi
dalam menyelesaikan soal-soal pada materi pokok MPDSP diperlukan model atau
metode pembelajaran yang baru yang pas yaitu dengan implementasi model
pembelajaran, kooperatif dengan Mind
Mapping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis peningkatan hasil belajar siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi
tahun pelajaran 2020-2021
dalam menyelesaikan soal-soal pada materi pokok MPDSP melalui implementasi pembelajaran kooperatif
dengan Peta konsep. Hasil dari PTK ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi siswa,
guru dan sekolah terutama dalam pembelajaran PKK. Adapun manfaat hasil penelitian ini yaitu, meningkatkan motivasi, sikap percaya diri
dalam menyelesaikan soal-soal. Melatih siswa aktif dalam belajar, bertanya
jawab berdiskusi dalam kelompok dan menghargai pendapat orang lain.
Meningkatkan kemampuan dalam memahami dan menyelesaikan soal cerita dan dapat meningkatkan
prestasi hasil belajar siswa seperti yang diharapkan.
B.
LANDASAN TEORETIS
Pengertian Belajar Berbagai pengertian belajar
dan beberapa sumber antara lain a. Menurut Fontana (Suherman, 2003:8) belajar
adalah proses perubahan tingkah laku individu yang relatif tetap sebagai hasil
dan pengalaman. Sedangkan, pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan
yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal.
b. Hudojo(1990:1) mengartikan belajar adalah suatu proses kegiatan yang
mengakibatkan perubahan tingkah laku. c. Sudjana (1989:99) mengemukakan bahwa
belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan perubahan diri seseorang. d.
Yarnin(2003: 99) mengemukakan bahwa belajar adalah perubahan perilaku sesrang
akibat pengalarnan yang ia dapat rnelalui pengamatan, pendengaran, membaca dan
meniru. Dari beberapa pengertian belajar dapat dikatakan bahwa proses belajar
yang dial ami oleh siswa menghasilkan perubahan-perubahan dalam aspek
pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap dan sifat. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia manerima
pengalaman belajarnya. Kingsley (Sudjana, 2001:22) membagi tiga macam
pengertian; tiga sikap dan cita-cita yang masing-masing golongan dapat diisi
dengan bahan yang ada pada kurikulum sekolah. Strategi Pembelajaran Strategi
dalam kegiatannya dengan pembelajaran adalah siasat/ kiat yang sengaja
direncanakan oleh guru, berkenaan dengan segala persiapan pembelajaran agar
pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancer dan tujuannya yang berupa hasil
belajar dapat tercapai secara maksimal. (Sari,2006:26) Model Pembelajaran Agar
pembelajaran PKK dapat diserap dengan baik oleh siswa, selain strategi juga perlu metode
dan model pembelajaran. Model pembelajaran adalah pola interaksi siswa dengan
guru dalam kelas yang menyangkul strategi, pendekatan metode dan teknik
pembelajaran yang diterapkan dalani pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
(Sari, 2006: 26) Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yaitu: a.
Rasional teoritik yang logis yang disusun penyusunnya. b.Tujuan yang akan
dicapai. c. Tingkah laku mengajar dan belajar. d. Lingkungan belajar yang
diperlukan agar tujuan tercapai.
C.
MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING
Model
Pembelajaran Mind Mapping merupakan model
pembelajaran yang dapat mengembangkan kreatifitas, keaktifan, daya hafal,
pengetahuan dan kemandirian siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Menurut
Aris Shoimin (2014: 105), “Mind Mapping atau npemetaan
pikiran adalah teknik pemanfaatan seluruh otak dengan menggunakan citra visual
dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan”. Sedangkan menurut Michalko dalam Tony Buzan
(2013: 2), “Mind Map adalah alternatif pemikiran keseluruhan otak terhadap
pemikiran linear. Mind Map menggapai ke segala arah dan menangkap berbagai
pikiran dari segala sudut”.
Metode
Mind Mapping (Peta Pikiran) adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh
Tony Buzana, kepala Brain Foundation. Peta pikiran adalah metode mencatat
kreatif yang memudahkan kita mengingat banyak informasi. Setelah selesai,
catatan yang dibuat membentuk sebuah pola gagasan yang saling berkaitan, dengan
topik utama di tengah, sementara subtopik dan perincian menjadi
cabang-cabangnya. Cabang-cabang tersebut juga bisa berkembang lagi sampai ke
materi yang lebih kecil. Sebagaimana struktur keturunan manusia yang bisa
berkembang terus sampai hari akhir tiba, sehingga terbentuklah sebuah system
keturunan manusia hidup sampai hari akhir.
Belajar berbasis
pada konsep Peta Pikiran (Mind Mapping) merupakan cara belajar yang menggunakan
konsep pembelajaran komprehensif Total-Mind Learning (TML). Pada konteks TML,
pembelajaran mendapatkan arti yang lebih luas. Bahwasanya, di setiap saat dan
di setiap tempat semua makhluk hidup di muka bumi belajar, karena belajar
merupakan proses alamiah. Semua makhluk belajar menyikapi berbagai stimulus
dari lingkungan sekitar untuk mempertahankan hidup.
Tony
Buzan (2013: 15) mengemukakan tujuh langkah dalam membuat mind map, yaitu:
Mulailah
dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar,
memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah
dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami.
Gunakan
gambar atau foto untuk ide sentral, sebuah gambar bermakna seribu kata dan
membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik,
membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan
otak kita.
gunakan
warna, bagi otak warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind map
lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan.
Hubungkan
cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan
tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Otak bekerja menurut asosiasi,
otak senang mengaitkan dua atau lebih hal sekaligus. Bila kita menghubungkan
cabangcabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat.
Buatlah
garis melengkung, bukan garis lurus. Cabang-cabang yang melengkung dan organis
jauh lebih menarik bagi mata.
Gunakan
satu kata kunci untuk setiap garis. Kata kunci tunggal memberi banyak daya dan
fleksibilitas kepada mind map.
Gunakan
gambar pada setiap cabang mind map, seperti gambar sentral, setiap gambar dapat
bermakna seribu kata.
Dari
model-model pembelajaran di atas, penulis memilih menggunakan model
pembelajaran Mind Mapping karena model pembelajaran ini sesuai dengan materi
yang akan disampaikan dan lebih membuat suasana belajar lebih menyenangkan.
Materi “Media Promosi Dan Strategi Pemasaran” merupakan materi PKK yang
berfokus pada pemahaman megenai Pemasaran, keragaman karakter konsumen,
pendapatan konsumen dan sosial budaya konsumen
di Indonesia, dapat mempengaruhi keputusan dalam menentukan strategi pemasaran
dan cara menghargai keragaman tersebut. Siswa banyak menemukan beberapa
segmentasi pasar dalam materi ini. Penggunaan model pembelajaran Mind Mapping
melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran, dengan demikian
diharapkan siswa dapat lebih mudah mengingat dan memahami materi tersebut.
Karakteristik Metode Mind
Mapping (Peta Pikiran)
Pada
dasarnya metode mencatat ini, barangkat dari hasil sebuah penelitian tentang
cara otak memperoses informasi. Semula para ilmuan menduga bahwa otak memperoses
dan menyimpan informasi secara linier, seperti metode mencatat tradisional.
Namun, sekarang mereka mendapati bahwa otak mengambil informasi secara
bercampuran antara gambar, bunyi, aroma, pikiran dan perasaan dan
memisah-misahkan kedalam bentuk linier, misalnya dalam bentuk tulisan atau
orasi. Saat otak mengingat informasi, biasanya dilakukan dalam bentuk gambar
warna warni, simbol, bunyi, dan perasaan.
Oleh
karena itu, agar peta pikiran dapat berfungsi secara maksimal ada baiknya
dibuat warna warni dan menggunakan banyak gambar dan simbol sehingga tampak
seperti karya seni. Hal ini bertujuan agar metode mencatat ini dapat membantu
individu mengingat perkataan dan bacaan, meningkatkan pemahaman terhadap maeri,
membantu mengorganisasikan materi dan memberikan wawasan baru. Peta pikiran
menirukan proses berfikir ini, memungkinkan individu berpindah-pindah topik.
Individu merekam informasi melalui simbol, gambar, arti emosional, dan warna.
Mekanisme ini sama persis dengan cara otak memperoses berbagai informasi yang
masuk. Dan karena peta pikiran melibatkan kedua belah otak, anda dapat
mengingat informasi dengan lebih mudah
Kelemahan Catatan linier dan
Kelebihan Mind Mapping
Mind
Mapping memungkinkan kita menyusun fakta dan pikiran dengan melibatkan cara
kerja alami otak sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa
di andalkan dibandingkan menggunakan teknik pencatatan tradisional. Yuliatul
dalam Guspriyanto (2012: 23) menjelaskan bahwa kekurangan dari catatan linier
adalah sebagai berikut:
Waktu
terbuang untuk menulis kata-kata yang tidak memiliki hubungan dengan ingatan.
Waktu
terbuang untuk membaca kembali kata-kata yang tidak perlu (kurang lebih 90%).
Waktu
terbuang untuk cari kata kunci pengingat.
Hubungan
kata kunci pengingat terputus oleh kata-kata yang memisahkan.
Kata
kunci pengingat terpisah oleh jarak.
Menurut
Michalko dalam Tony Buzan (2008: 8), Mind Mapping mempunyai beberapa kelebihan
yaitu:
Mengaktifkan
seluruh otak.
Membersihkan
akal dari kesusutan mental.
Memungkinkan
kita berfokus pada pokok bahasan.
Membantu
menunjukan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah.
Memberi
gambaran yang jelas pada kesuluruhan dan perincian.
Memungkinkan
kita untuk mengelompokan konsep, membantu kita membandingkanya.
Senada
dengan pendapat tersebut Alamsyah (2009: 23) menjelasakan 7 manfaat menggunakan
metode Mind Mapping (peta pikiran) yaitu:
Dapat
melihat gambaran secara menyeluruh dengan jelas.
Dapat
melihat detilnya tanpa kehilangan ‘benang merah’nya antar topik.
Terdapat
pengelompokkan informasi.
Menarik
perhatian mata dan tidak membosankan.
Memudahkan
kita berkonsentrasi.
Proses
pembuatannya menyenangkan karena melibatkan gambar-gambar, warna, dan
lain-lain.
Mudah
mengingatnya karena ada penanda-penanda visualnya.
Langkah-langkah Pembelajaran
dengan Mind Mapping
Model
pembelajaran Mind Mapping dapat membuat suasana pembelajaran menjadi lebih
menyenangkan dan membangkitkan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran.
Siswa didorong untuk menggunakan imajinasi dan pengetahuannya untuk membuat
mind map sesuai dengan materi yang diajarkan. Langkah-langkah pembelajaran
dengan model pembelajaran Mind Mapping adalah sebagai berikut:
Menyampaikan
kompetensi dan memberikan penjelasan singkat mengenai materi pembelajaran.
Membagi
siswa dalam beberapa kelompok untuk membuat Mind Mapping.
Siswa
bekerja dalam kelompok membuat Mind Mapping.
Siswa
mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.
Membuat
kesimpulan dari pembelajaran yang telah berlangsung.
Memberikan
evaluasi pada akhir pembelajaran.
Untuk
membuat peta pikiran, guru hendaknya menggunakan bolpoint bewarna dan memulai
dari bagian tengah kertas. Kalau bisa, guru menggunakan kertas secara melebar
untuk mendapatkan lebih banyak tempat. Lalu ikuti langkah-langkah berikut;
Tulis
gagasan utamanya di tengah-tengah kertas dan lingkupilah dengan linkaran,
persegi, atau bentuk lain.
Tambahkan
sebuah cabang yang keluar dari pusatnya untuk setiap poin atau gagasan utama.
Jumlah cabang-cabangnya akan bervariasi, tergantung dari jumlah gagasan dan
segmen. Gunakan warna yang berbeda untuk tiap-tiap cabang.
Tuliskan
kata kunci atau frase pada tiap-tiap cabang yang dikembangkannya untuk detail.
Kata kunci adalah kata-kata yang menyampaikan inti sebuah gagasan dan memicu
ingatan anda. Jika anda menggunakan singkatan tersebut sehingga anda dengan
mudah segera mengingat artinya selama berminggu-minggu setelahnya.
Tambahkan
simbol-simbol dan llustrasi-ilustrasi untuk mendapatkan ingatan yang lebih
baik.
Agar
peta pikiran lebih mudah di ingat, guru hendaknya memperhatikan beberapa cara
berikut ini.
Tuliskan
atau ketiklah secara rapi dengan menggunaka huruf-huruf kapital.
Tulislah
gagasan-gagasan penting dengan huruf-huruf yang lebih besar sehingga terliihat
menonjol dan berbada dengan yang lain.
Gambarkan
peta pikiran dengan hal-hal yang berhubungan dengan anda. Simbol jam mungkin
berarti bahwa benda ini memiliki tenggang waktu yang penting. Sebagian orang
menggunakan anak panah untuk menunjukkan tindakan-tindakan yang harus mereka
lakukan.
Garis
bawahi kata-kata itu. Gunakan huruf tebal.
Bersikaplah
kreatif dan berani dalam desain, sebab otak kita lebih mudah mengingat hal yang
tidak biasa.
Gunakan
bentuk-bentuk acak untuk menunjukksn hal-hal atau gagasan-gagasan tertentu.
Ciptakanlah
peta pikiran anda secara horisontal untuk memperbesar ruang bagi pekerjaan
anda.
Karakteristik Concept
Mapping
1. Pengertian Konsep dan
Peta konsep
Konsep
atau pengertian merupakan kondisi utama ynag diperlakukan untuk menguasai
kemahiran diskriminasi dan proses kognitif fundamental sebelumnya berdasarkan
kesamaan ciri-ciri dari sekumpulan stimulus dan objek-objeknya. Carrol (dalam
Kardi, 1997: 2) mendifinisikan konsep sebagai suatu abstraksi dari serangkaian
pengalaman yang didefinisikan sebagai suatu kelompok objek atau kejadian.
Abstraksi, berarti suatu proses pemusatan perhatian perhatian seseorang pada
situasi tertentu dan mengambil elemen-elemen tertentu, serta mengabaikan elemen
yang lain.
Adapun
yang dimaksud peta konsep adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan
bagaimana sebuah konsep tunggal dihubungkan ke konsep-konsep lain pada kategori
yang sama. Agar pemahaman terhadap peta konsep lebih jelas, maka dahar (1989)
yang dikutip oleh Erman (2003), mengemukakan ciri-ciri peta konsep sebagai
berikut:
Pata
konsep atau pemetaan konsep adalah suatu cara untuk memperlihatkan
konsep-konsep dan proposisi-proposisi suatu bidang studi, apakah itu bidang
studi fisika, kimia, biologi, matematika. Dengan mengguanakan peta konsep,
siswa dapat melihat bidang studi itu lebih jelas dan mempelajari bidang studi
itu lebih bermakna.
Suatu
peta konsep merupakan gambar dua dimensi dari suatu bidang studi. Ciri inilah
yang dapat memperlihatkan hubungan-hubungan proporsional antara konsep-konsep.
Tidak
semua konsep mempunyai bobot yang sama. Ini berarti ada konsep yang lebih
inklusif dari pada konsep-konsep yang lain.
Bila dua
atau lebih konsep digambarkan dibawah suatu konsep yang lebih inklusif,
terbentuklah hirarki pada peta konsep tersebut.
Berdasarkan
ciri tersebut, maka sebaiknya peta konsep disusun secara hirarki, artinya
konsep yang lebih inklusif diletakkan pada puncak peta, makin kebawah
konsep-konsep diurutkan mnejadi konsep yang kurang inklusif. Dalam matematika
peta konsep peta konsep membuat informasi abstrak menjadi kongret dan sangat
bermanfaat meningkatkan ingatan suatu suatu konsep pembelajaran, dan
menunjukkan pada siswa bahwa pemikiran itu mempunyai bentuk.
2. Gagasan-gagasan yang
Mendasari Pembentukan Peta Konsep
Terdapat
tiga gagasan dalam teori belajar kognitif Ausabel yang mendasari pembentukan
peta konsep. Pertama, struktur kognitif
itu tersusun secara hierarkis dengan konsep dan proposisi yang kurang inklusif
dan lebih khusus. Kedua, konsep-konsep dalam struktur kognitif mengalami
diferensiasi progresif, yaitu belajar bermakna merupakan suatu proses kontinu
di mana konsep-konsep baru meningkat artinya bila diperoleh hubungan-hubungan
baru (hubungan proposional). Jadi, konsep-konsep itu tidak pernah “tuntas
dipelajari”, tetapi selalu dipelajari, dimodifikasi, dan dibuat lebih eksplisit
dan lebih inklusif karena konsep-konsep itu secara progresif mengalami
deferensiasi. Ketiga, penyesuain integratif merupakan salah satu prinsip
belajar yang mengemukakan bahwa belajar bermakna menigkat bila pelajar mengenal
hubungan-hubungan yang baru antara satu set konsep atau proposisi yang
berhubungan.
3. Kegunaan Peta Konsep
Dalam
pendidikan, peta konsep dapat diterapkan untuk berbagai tujuan, antara lain;
a. Menyelidiki apa yang diketahui siswa.
Dengan
menggunakan peta konsep, guru dapat melaksanakan apa yang telah dikemukakan di
atas sehingga pada para siswa diharapkan akan terjadi belajar bermakna. Salah
satu pendekatan yang dapat digunakan guru untuk maksud ini adalah dengan
memilih satu konsep utama (key concept) pokok bahasan baru yang akan dibahas.
Para siswa diminta untuk menyusun peta konsep yang memperlihatkan semua konsep
yang dapat mereka kaitkan pada konsep utama itu, serta hubungan-hubungan antara
konsep-konsep yang mereka gambar itu. Dengan melihat hasil peta konsep yang
telah disusun para siswa mengenai pokok bahasan yang akan diajarkan itu dan
inilah yang dijadikan titik tolak pengembangan selanjutnya.
b. Mempelajari cara belajar.
Di
tingkat SMP dan SMA, guru dapat memberikan tugas membaca sebuah judul dalam
buku teks, kemudian mengungkapkan sari judul itu dengan membuat peta konsep.
Misalnya judul “Aljabar”, siswa diminta untuk membuat peta konsep dari materi
tersebut. Dengan melatih mereka membuat peta konsep untuk mengambil sari dari
apa yang mereka baca, baik buku teks maupun bacaan-bacaan lain. Mereka tidak
dapat lagi dikatakan tidak berfikir. Untuk mengeluarkan konsep-konsep, kemudian
menghubungkan konsepkonsep itu dengan kata penghubung menjadi proposisi yang
bermakna, bukanlah tugas yang sambil lalu dapat dilakukan. Mereka harus benar benar
duduk belajar, menggunakan pensil dan kertas, melatih diri untuk menghasilkan
peta konsep yang bermakna bagi dirinya, yang akan menolong mereka belajar
bagaimana belajar.
c. Mengungkapkan miskonsepsi.
Dari
peta konsep yang dibuat oleh para pelajar, ada kalanya ditemukan miskonsepsi
yang terjadi dari dikaitkanya dua konsep atau lebih yang membentuk proposisi
yang “salah”. Dalam kepustakaan pendidikan sains, berbagai nama ditemukan untuk
miskonsepsi. Ada yang menyebutnya konsepsi anak, sains anak, miskonsepsi, dan
beberapa lainya. Istlah “miskonsepsi” dihubungkan dengan “konsepsi ilmiah” yang
dianggap “betul”. Istilah “sains anak” menganggap anak sebagai seorang ilmuan
pemula, membangun dari pengalaman-pengalaman sehari-hari konsepsi yang
menyerupai teori “ilmiah”.
Pentingnya
miskonsepsi sehubungan dengan belajar telah disadari melalui pekerjaan piaget.
Publikasinya semenjak tahun 1920-an mempengaruhi banyak pendidik yang
mengembangkan pendekatan mengajar dengan memperhatikan miskonsepsi atau
konsepsi anak ini. Karena miskonsepsi itu terbukti dapat bertahan dan
mengganggu belajar seterusnya, miskonsepsi itu sedapat mungkin ditiadakan
melalui proses perubahan konseptual akhir-akhir ini paling banyak mendapat
perhatian para pendidik sains. Hal ini terbukti dari banyaknya penelitian yang
dilakukan di negara-negara lain, tetapi tidak di negara kita.
d. Alat evaluasi.
Selama
ini alat evaluasi yang dibuat oleh guru atau pelajar terutama berbentuk tes
objektif atau tes esai. Walaupun cara evaluasi ini akan terus memegang peranan
dalam dunia pendidikan, teknik evaluasi baru perlu dipikirkan untuk memecahkan
masalah evaluasi yang kita hadapi dewasa ini. Salah satu yang disarankan ialah
penggunaan peta konsep yang didasarkan pada tiga gagasan dalam teori ausubel.
Dalam menilai peta konsep yang dibuat oleh para pelajar secara ringkas
dikemukakan empat kriteria penilaian, yaitu: (1) kesahihan proposisi; (2)
adanya hierarki; (3) adanya ikatan silang; (4) adanya contoh-contoh seperti
yang dikemukakan Novak (1985).
5. Macam-Macam Peta Konsep
Menurut
Nur (2000b), peta konsep ada empat macam, yaitu;
a. Pohon Jaringan (network
tree)
Ide-ide
pokok dibuat dalam persegi empat, sedangkan beberapa kata yang lain dituliskan
pada garis-garis penghubung. Garis-garis pada peta konsep menunjukkan hubungan
antara ide-ide itu. Kata-kata yang ditulis pada garis memberikan hubungan
antara konsep-konsep. Pohon jaringan cocok digunakan untuk menvisualisasikan
hal-hal berikut:
1)
Menunujukkan sebab akibat.
2) Suatu
hierarki.
3)
Prosedur yang bercabang.
4)
Istilah-istilah yang berkaitan yang dapat digunakan untuk menjelaskan
hubungan-hubungan.
b. Rantai Kejadian (events
chain)
Peta
konsep rantai kejadian dapat digunakan untuk memberikan suatu urutan kejadian,
langkah-langkah dalam suatu prosedur, atau tahap-tahap dalam suatu proses.
Rantai kejadian cocok digunakan untuk
mengevaluasi
hal-hal berikut;
1)
Memberikan tahap-tahap dalam suatu proses.
2)
Langkah-langkah dalam suatu prosedur linier.
3) Suatu
urutan kejadian.
c. Peta Konsep Siklus (cycle
concept map)
Dalam
peta konsep siklus, rangkaian kejadian tidak menghasilkan suatu hasil final.
Kejadian terakir dalam pada rantai itu menghubungkan kembali ke kejadian awal.
Karena tidak ada hasil dan kejadian terakhir itu menghubungkan kembali ke
kejadian awal, siklus itu berulang dengan sendirinya. Peta konsep siklus cocok
digunakan untuk menunjukkan hubungan bagaimana suatu rangkaian kejadian
berinteraksi untuk menghasilkan suatu kelompok hasil yang berulang-ulang.
d. Peta Konsep Laba-laba
(spider comcept map)
Peta
konsep laba-laba dapat digunakan untuk curah pendapat ide-ide berangkat dari
suatu ide sentral, sehingga dapat mempeeroleh sejumlah besar ide yang bercampur
aduk. Peta konsep laba-laba cocok digunakan untuk memvisuailisasikan hal-hal
berikut;
1) Tidak
menurut hierarki.
2)
Kategori yang tidak pararel.
3) Hasil
curah pendapat.
D.
METODE PENELITIAN
Setting dan Penelitian Penelitian ini
dilaksanakan di SMK Taruna Bangsa
Kota Bekasi selama tiga (3) bulan mulai bulan September sampai bulan November 2020.
Subyek penelitian adalah siswa kelas XII SMK tahun pelajaran 2020-2021
sebanyak 35
orang siswa, seorang guru PKK SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi
dan seorang guru PKK lain sebagai pengamat. Pengambilan data dilakukan
dengan teknik tes dan non tes . Teknik tes meliputi ulangan pada akhir
siklus I dan akhir siklus II dan non tes meliputi observasi aktivitas siswa,
observasi terhadap pembelajaran guru serta angket tanggapan siswa terhadap
pembelajara guru. Sebagai tolok ukur penelitian ini , apabila rata-rata nilai
ulangan harian siswa dalam kelas mencapai diatas KKM. Indikator keberhasilan
(tolok ukur) penelitian tindakan kelas ini adalah : Indikator keberhasilan
(tolok ukur) penelitian tindakan kelas ini adalah : Apabila sekurang-kurangnya
85% siswa memperoleh nilai minimal 83 dengan rentang nilai 0 sampai dengan 100. b). Meningkatnya aktivitas
siswa dalam proses pembelajaran, yaitu apabila skor aktivitas siswa minimal
mencapai 70%. Prosedur Penelitian ini terdiri atas empat kegiatan yang
dilakukan dalam siklus berulang. Empat kegiatan utama yang ada pada setiap
siklus, yaitu 1). perencanaan, 2). Tindakan3). pengamatan,4). refleksi.(Arikunto,2006:74).
E.
PROSEDUR PENILAIAN
a. Proses Tindakan Siklus I Perencanaan. Dalam perencanaan yang perlu
disiapkan meliputi: Silabus , Rencana Pembelajaran, Sistem Penilaian dan
Instrumen Penilaian. Pelaksanaan Tindakan. Pada tahap awal siswa diberi penjelasan
singk kat tentang tugas yang harus diselesaikan dengan cara diskusi kelompok
yang terdiri 5
atau 7 anak. Pada kegiatan ini belum menggunakan model pembelajaran kooperatif Mind Mapping. Observasi
dilakukan bersamaan dengan tindakan,peneliti/pengamat (teman sejawat) mengamati
kecermatan dan aktifitas siwa dalam diskusi kelompok dengan membuat catatan
lapangan yang dapat digunakan pada saat refleksi. Refleksi. Pada akhir siklus
diadakan refleksi dengan cara pemberian tes tertulis pada siswa. Hasil tes dan
observasi aktifitas siswa dijadikan dasar perbaikan dan perubahan pada siklus
II. Kekurangan pada siklus I diupayakan untuk diperbaiki dan hal-hal yang baik
dipertahankan dan ditingkatkan pada siklus berikutnya.
b. Proses Tindakan Siklus II Perencanaan’ Dalam perencanaan yang perlu
disiapkan meliputi: Silabus , Rencana Pembelajaran, Sistem Penilaian dan
Instrumen Penilaian. Pelaksanaan Tindakan. Pada tahap awal siswa diberi
penjelasan singkat tentang tugas yang harus diselesaikan dengan cara diskusi kelompok yang
terdiri 5 atau 7
anak. Pada kegiatan ini telah menggunakan model pembelajaran kooperatif Mind Mapping. Observasi
Observasi dilakukan bersamaan dengan tindakan, peneliti/pengamat (teman
sejawat) mengamati kecermatan dan aktifitas siwa dalam diskusi kelompok dengan
membuat catatan lapangan yang dapat digunakan pada saat refleksi. Refleksi.
Pada akhir siklus diadakan refleksi dengan cara pemberian tes tertulis pada
siswa. Hasil tes dan observasi aktifitas siswa dijadikan dasar pengolahan data.
F.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada kondisi awal hasil belajar yang rendah, minat dan motivasi siswa
dalam mengikuti pembelajaran Matematika masih kurang, siswa belum berani
mengajukan pertanyaan, susah berlatih soal, tidak berami mengemukakan pendapat
dan kurang aktif. Hal tersebut dijadikan tolok ukur untuk meningkatkan minat
dan motivasi siswa sehingga didapatkan proses dan hasil pembelajaran yang lebih
baik, khususnya pada Peningkatan Hasil Belajar Matematika Berikut tabel hasil
ulangan harian pada kondisi awal. Tabel Hasil Ulangan Harian (UH) Kondisi Awal
|
No |
Uraian |
UH 1 |
UH 2 |
|
1 |
Nilai terendah |
35 |
67 |
|
2 |
Nilai tertinggi |
89 |
97
|
|
3 |
Nilai rata-rata |
78 |
86 |
|
4 |
Rentang nilai |
54 |
30 |
Tabel: Distribusi frekuensi
Nilai Ulangan Harian Kondisi Awal
|
Interval Nilai |
Frekuensi |
|
|
Ulangan
Harian 1 |
Ulangan
Harian 2 |
|
|
31 -
40 |
1 |
0 |
|
41 -
50 |
0 |
0 |
|
51 − 60 |
0 |
0 |
|
61 –
70 |
2 |
3 |
|
71 –
80 |
12 |
3 |
|
81 –
90 |
20 |
21 |
|
91 −
100 |
0 |
8 |
Bila
digambarkan dalam bentuk diagram blok (Chart) sebagai berikut

Diagram Blok
(Chart) Nilai Ulangan Harian Kondisi Awal
Berdasarkan
tabel dan grafik di atas dapat direkap, nilai tertinggi 89 dan nilai terendah
35 dengan rata-rata nilai 78 pada ulangan harian pra siklus I, sedangkan data
ulangan harian pra siklus II, nilai tertinggi 97 dan nilai terendah 67 dengan
rata rata nilai 86.
Hasil Penelitian Siklus I
1.
Perencanaan Tidakan terdiri dari :a. Kegiatan Pendahuluan, b. Kegiatan Inti Siswa
dibagi kelompok terdiri dari 5 atau 7 siswa. c. Penutup.
2. Pelaksanaan
Tindakan: tindakan dilakukan dengan menggunakan pembelajaran
kontekstual secara berkelompok besar (tiap kelompok 5 atau 7 siswa ) pada materi Media Promosi dan Strategi Pemasaran
3. Hasil belajar: Berdasarkan
analisis hasil diskusi kelompok diperoleh hasil dengan nilai tertinggi 89 dan nilai terendah 35. Hal ini berarti nilai
hasil diskusi kelompok belum seperti yang diharapkan. Berdasarkan analisis hasil
evaluasai mandiri diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 78 dan prosentase
ketuntasan 45,71%
ini juga berarti nilai hasil belajar belum seperti yang diharapkan.
4. Hasil refleksi:
Berdasarkan analisis hasil pengamatan guru, hasil pengamatan siswa dan hasil
belajar siswa maka dapat diketahui bahwa pada siklus I indikator keberhasilan belum tercapai sehingga
perlu diadakan tindakan perbaikan pada siklus II agar hasil belajar siswa dapat ditingkatkan.
Hasil Penelitian Siklus II
a. Hasil observasi terhadap
guru: Prosentase skor 95% artinya secara keseluruhhan hasil observasi sangat baik, hasil ini
lebih baik jika disbanding siklus I.
b. Hasil observasi terhadap
siswa: kerjasama siswa dalam kelompok, keaktifan siswa dalam berdiskusi, keberanian siswa
dalam mempresentasikan hasil diskusi sudah baik. Prosentase skor 86% artinya secara keseluruhan
hasil observasi
siswa baik.
c. Hasil belajar: Berdasarkan
analisis hasil evaluasi mandiri diperoleh hasil dengan nilai rata-rata 87,14 dan prosentase ketuntasan 77 % ini menunjukkan hasil belajar sudah ada
peningkatan. Prosentase ini menunjukkan hasil belajar belum sesuai harapan.
Berikut tabel hasil ulangan
harian pada siklus I dan II.
Tabel Hasil Ulangan Harian
(UH) Siklus 1 dan 2
No Uraian UH 1 UH 2
|
NO |
Uraian |
UH 1 |
UH2 |
|
1 |
Nilai terendah |
67 |
75 |
|
2 |
Nilai tertinggi |
97
|
100 |
|
3 |
Nilai
rata-rata |
86 |
88 |
|
4 |
Rentang nilai |
30 |
25 |
Berdasarkan data di atas dapat dibuat
tabel distribusi frekuensi sebagai berikut : Tabel Distribusi frekuensi Nilai
Ulangan Harian Siklus 1 dan 2
|
Interval Nilai |
Frekuensi |
|
|
Ulangan Harian 1 |
Ulangan Harian 2 |
|
|
61 – 70 |
3 |
0 |
|
71 – 80 |
3 |
1 |
|
81 – 90 |
21 |
26 |
|
91 − 100 |
8 |
8 |
Bila
digambarkan dalam bentuk diagram blok (Chart) sebagai berikut

Diagram Blok (Chart) Nilai Ulangan Harian Siklus 1
dan 2
Berdasarkan tabel dan grafik
di atas dapat direkap nilai tertinggi 97, nilai terendah 67 dan nilai rata-rata 86 pada siklus I. Sedangkan nilai tertinggi pada
siklus II 100, nilai terendah 75 dan nilai rata-rata 88. Pembahasan Dan hasil kajian diatas pada pelaksanaan siklus II
menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar. Pada siklus I prosentase skor
untuk observasi guru 95%, observasi siswa 86% sedangkan pada siklus II prosentase skor untuk observasi guru 95% dan observasi siswa 93%. Dari hasil evaluasi
mandiri pada siklus I nilai rata-rata 86 dan prosentase ketuntasan 77% sedangkan pada siklus II
nilai rata-rata 88 dan prosentase ketuntasan 97%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa indikator keberhasilan telah
tercapai sesuai
dengan yang diharapkan yaitu sekurang-kurangnya 95% siswa memperoleh nilai ≥ 83.
G.
PENUTUP
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa
melaui implementasi pembelajaran kooperatif dengan konsep MIND MAPPING dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi tahun pelajaran 2020-2021 dalam menyelesaikan soal-soal
pada materi Media Promosi dan
Strategi Pemasaran
Saran: Berdasarkan hasil penelitian maka dapat
diajukan saran-saran sebagai berikut.
1). Guru PKK di SMK Taruna
Bangsa Kota Bekasi sebaiknya menggunakan model
pembelajaran kooperatif dengan Mind
Mapping pada materi pokok Media Promosi dan Strategi Pemasaran.
2).Hasil penelitian ini
hendaknya digunakan untuk refleksi bagi guru, Kepala Sekolah dan orang tua
siswa.
3). Guru harus pandai dalam
memilih model pembelajaran yang sesuai dalam PKK sebagai alternatif pembelajaran PKK.
4). Guru harus mampu
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
DAFTAR PUSTAKA
https://www.kajianpustaka.com/2019/03/penelitian-tindakan-kelas-ptk.html [diunggah
pada hari senin 19 Oktober 2020. Pukul 11.50]
http://pgdikdas.kemdikbud.go.id/read-news/mengenal-model-pembelajaran-discovery-
learning#:~:text=Model%20pembelajaran%20penyingkapan%2Fpenemuan%20(Discovery,menemuk
an%20beberapa%20konsep%20dan%20prinsip. [diunggah
pada hari senin 19 Oktober 2020. Pukul 14.16]
https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/19/model-pembelajaran-inovatif/ [diunggah
pada hari senin 19 Oktober 2020. Pukul 14.26]
https://www.tripven.com/penelitian-tindakan-kelas/ [diunggah
pada hari senin 19 Oktober 2020. Pukul 14.59]
https://goeroendeso.wordpress.com/2018/03/18/mengenal-siklus-dalam-penelitian-tindakan-
kelas/#:~:text=Secara%20umum%2C%20penelitian%20tindakan%20kelas,%3B%20dan%20(4)%20refl
eksi. [diunggah pada hari Senin 19 Oktober
2020. Pukul 15.27]
https://disdikpora.bulelengkab.go.id/artikel/langkah-langkah-pembelajaran-kooperatif-13 [diunggah
pada hari Senin 19 Oktober 2020. Pukul 16.40]
lampiran
2. Instrumen Pengumpul Data
FORMAT PENGAMATAN SISWA
Mata pelajaran : PKK
Guru yang mengajarkan : Jusida sulistyowati, S.pd
Topik yang diajarkan :
Media Promosi dan Strategi Pemasaran
Waktu : 27
Oktober – 2 November 2020
|
No. |
Ciri
Prilaku Siswa dalam Melaksanakan Kegiatan Belajar |
Ada/Ya |
Tidak
ada |
Komentar |
|
1. |
Mencari dan memberikan informasi |
√ |
|
|
|
2. |
Bertanya kepada guru atau siswa lain |
√ |
|
|
|
3. |
Mengajukan
pendapat atau komentar kepada guru atau kepada siswa |
√ |
|
|
|
4. |
Diskusi atau memecahkan masalah |
√ |
|
|
|
5. |
Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru |
√ |
|
|
|
6. |
Memanfaatkan
sumber belajar yang ada |
√ |
|
|
|
7. |
Menilai
dan memperbaiki pekerjaannya |
√ |
|
|
|
8. |
Membuat simpulan sendiri tentang pembelajaran yang
diterimanya |
√ |
|
Meskipun belum semua siswa
membuat kesimpulan |
|
9. |
Dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat saat
berlangsung KBM |
√ |
|
Meskipun belum semua siswa
menjawab pertanyaan dengan tepat |
|
10. |
Memberikan contoh dengan benar |
√ |
|
|
|
11. |
Dapat memecahkan masalah dengan tepat |
√ |
|
|
|
12 |
Ada
usaha dan motivasi untuk mempelajari bahan pelajaran atau stimulus yang diberikan oleh guru |
√ |
|
|
|
13. |
Dapat bekerja sama dan berhubungan dengan siswa
lain |
√ |
|
|
|
14. |
Menyenangkan dalam KBM |
√ |
|
|
|
15. |
Dapat
menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru pada akhir pelajaran |
√ |
|
|
Keterangan :
No. 1 sampai dengan no. 8 ialah ciri proses sedangkan no. 9 sampai dengan no.
15 ialah ciri hasil belajar.
Bekasi, 14 November
2020
Penyaji,
Pengamat,
1. P. Surahman, S.Pd
2. ………………..
3. ……………….. Jusida Sulistyowati, S.Pd
FORMAT
PENGAMATAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Mata Pelajaran : PKK
Satuan Pendidikan : SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi
Kelas/Semester : XII /5
Waktu : 27 Oktober – 2 November 2020
Butir Pembelajaran : 4
|
Bagian |
Pengamatan |
Apakah Guru Melaksanakanya |
Komentar |
|
|
YA |
TIDAK |
|||
|
Persiapan |
Skenario pembelajaran/ perencanaan pembelajaran |
√ |
|
|
|
Penyiapan alat/media pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Penampilan penyaji |
√ |
|
|
|
|
Penyajian |
PENDAHULUAN |
√ |
|
|
|
Pemeriksaan kehadiran siswa |
√ |
|
|
|
|
Pelaksanaan apersepsi |
√ |
|
|
|
|
Pengungkapan tujuan pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Pemberian motivasi pembelajaran yang menarik
berkaitan dengan tujuan pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Penjelasan alur pelaksanaan pembelajaran
(pengelompokan dsb. ) |
√ |
|
|
|
|
POKOK |
√ |
|
|
|
|
Penerapan strategi pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Pemanduan sajian materi pembelajaran
(keterpaduan bahan) |
√ |
|
|
|
|
Penggunaan alat/media pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Penerapan teknik bertanya |
√ |
|
|
|
|
Pemberian
pengalaman berbahasa kepada siswa |
√ |
|
|
|
|
Pembahasan hasil kerja
melibatkan keaktifan siswa |
√ |
|
|
|
|
Pemberian bimbingan siswa |
√ |
|
|
|
|
Penggunaan bahasa penyaji |
√ |
|
|
|
|
PENUTUP |
√ |
|
|
|
|
Penggunaan sistem penilaian (tetulis/lisan) |
√ |
|
|
|
|
Pemberian
tindak lanjut (perbaikan/pengayaan) |
√ |
|
|
|
|
Pemahaman wawasan siswa (Tugas ke Perpus takaan dsb.) |
|
√ |
|
|
|
JUMLAH |
21 |
1 |
|
|
Simpulan : 21 : 22 = 95 %
…………………………………………………. Saran – saran : …………………………………………………..
…………………………………………………..
Pengamat, Penyaji,
1. Surahman, S,Pd.
2.
…………………………….....
3. ……………………………….. Jusida Sulistyowati, S.Pd.
NIP.

YAYASAN
PENDIDIKAN NASIONAL TARUNA BANGSA
SMK TARUNA BANGSA KOTA
BEKASI
NILAI
EVALUASI PKK
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
DAFTAR NILAI
EVALUASI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN SIKLUS 1
|
No |
Timestamp |
Score |
Nama : |
Kelas |
|
1 |
27/10/2020 03:10 |
97 |
ADITYA GALANG YUDHISTIRA |
XII |
|
2 |
31/10/2020 16:27 |
97 |
AHMAD SYAUQI HABIBI |
XII |
|
3 |
27/10/2020 09:27 |
97 |
ALFAHRIO RAMADHAN |
XII |
|
4 |
2/11/2020 08:51 |
67 |
ANANDA PUTRA PRASETYO |
XII |
|
5 |
2/11/2020 10:21 |
77 |
ANDI HAKIM MUFLIH MAULANA |
XII |
|
6 |
2/11/2020 10:11 |
97 |
ARDI HENRIAWAN |
XII |
|
7 |
2/11/2020 13.45 |
77 |
ARYA MAULANA |
XII |
|
8 |
27/10/1010 15:21 |
77 |
BIMA DWI MARDIKA |
XII |
|
9 |
2/11/2020 09:26 |
67 |
DAVID ARIF KURNIAWAN |
XII |
|
10 |
2/11/2020 11:19 |
97 |
DEBBY FEBRIANSYAH |
XII |
|
11 |
2/11/2020 15:00 |
97 |
DIMAS SYAHRUL RAMADHAN |
XII |
|
12 |
2/11/2020 11:20 |
97 |
FADHIL POETRA HARYONO |
XII |
|
13 |
2/11/2020 13:24 |
67 |
FARIZ OKTAVIANTO PUTRA T |
XII |
|
14 |
28/11/2020 18:00 |
85 |
GILANG RAMADHAN |
XII |
|
15 |
27/10/2020 03:10 |
87 |
GLENN IMANUEL BERA |
XII |
|
16 |
31/10/2020 16:27 |
88 |
HILDAF WAHYU NUGROHO |
XII |
|
17 |
27/10/2020 09:27 |
84 |
LUKY HAR AZRIEL |
XII |
|
18 |
2/11/2020 08:51 |
86 |
M ADHA ZIDANE SA |
XII |
|
19 |
2/11/2020 10:21 |
87 |
M KHOIRUL FIKRI |
XII |
|
20 |
2/11/2020 10:11 |
80 |
M. NOPAL |
XII |
|
21 |
2/11/2020 13.45 |
90 |
MARENO DARYL FAHREZI |
XII |
|
22 |
27/10/1010 15:21 |
82 |
MUHAMMAD DIFARDI |
XII |
|
23 |
2/11/2020 09:26 |
88 |
MUHAMMAD FARHAN WARDANA |
XII |
|
24 |
2/11/2020 11:19 |
82 |
MUHAMMAD REYNALDY |
XII |
|
25 |
2/11/2020 15:00 |
84 |
MUMFADIL NURHUDA |
XII |
|
26 |
2/11/2020 11:20 |
82 |
NIROB ADJI SAPUTRA |
XII |
|
27 |
2/11/2020 13:24 |
86 |
NUR ANWAR |
XII |
|
28 |
28/11/2020 18:00 |
88 |
OWEN MULYA |
XII |
|
29 |
2/11/2020 11:30 |
88 |
PRAKA DANIEL SIGIT S |
XII |
|
30 |
2/11/2020 09:23 |
85 |
RIDHO FADILLAH |
XII |
|
31 |
27/10/2020 10:48 |
86 |
SIGIT HARYO YUDHANTO |
XII |
|
32 |
28/11/2020 18:00 |
84 |
SIGIT PRASETYO |
XII |
|
33 |
2/11/2020 11:30 |
86 |
SINGGIH NUR ADI KUSUMA |
XII |
|
34 |
2/11/2020 09:23 |
84 |
THIRAFI KURNIAWAN YUSUF |
XII |
|
35 |
27/10/2020 10:48 |
85 |
TRIO AJI PAMUNGKAS |
XII |
Bekasi, 3 Nopember 2020 Guru
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Jusida
Sulistyowati, S.Pd
NR. 131136
NILAI LKPD SIKLUS 1 PRODUK KREATIF DAN
KEWIRAUSAHAAN
|
|
NAMA ANGGOTA |
NILAI |
|
|
Kelompok 1 |
1 |
ADITYA GALANG YUDHISTIRA |
83 |
|
2 |
AHMAD SYAUQI HABIBI |
||
|
3 |
ALFAHRIO RAMADHAN |
||
|
4 |
ANANDA PUTRA PRASETYO |
||
|
5 |
ANDI HAKIM MUFLIH MAULANA |
||
|
Kelompok 2 |
1 |
ARDI HENRIAWAN |
83 |
|
2 |
ARYA MAULANA |
||
|
3 |
BIMA DWI MARDIKA |
||
|
4 |
DAVID ARIF KURNIAWAN |
||
|
5 |
DEBBY FEBRIANSYAH |
||
|
Kelompok 3 |
1 |
DIMAS SYAHRUL RAMADHAN |
85 |
|
2 |
FADHIL POETRA HARYONO |
||
|
3 |
FARIZ OKTAVIANTO PUTRA T |
||
|
4 |
GILANG RAMADHAN |
||
|
5 |
GLENN IMANUEL BERA |
||
|
Kelompok 4 |
1 |
HILDAF WAHYU NUGROHO |
83 |
|
2 |
LUKY HAR AZRIEL |
||
|
3 |
M ADHA ZIDANE SA |
||
|
4 |
M KHOIRUL FIKRI |
||
|
5 |
M. NOPAL |
||
|
Kelompok 5 |
1 |
MARENO DARYL FAHREZI |
87 |
|
2 |
MUHAMMAD DIFARDI |
||
|
3 |
MUHAMMAD FARHAN WARDANA |
||
|
4 |
MUHAMMAD REYNALDY |
||
|
5 |
MUMFADIL NURHUDA |
||
|
Kelompok 6 |
1 |
NIROB ADJI SAPUTRA |
85 |
|
2 |
NUR ANWAR |
||
|
3 |
OWEN MULYA |
||
|
4 |
PRAKA DANIEL SIGIT S |
||
|
5 |
RIDHO FADILLAH |
||
|
Kelompok 7 |
1 |
SIGIT HARYO YUDHANTO |
87 |
|
2 |
SIGIT PRASETYO |
||
|
3 |
SINGGIH NUR ADI KUSUMA |
||
|
4 |
THIRAFI KURNIAWAN YUSUF |
||
|
5 |
TRIO AJI PAMUNGKAS |
||
Bekasi, 20 Oktober 2020
Guru Produk Kreatif dan
Kewirausahaan
Jusida Sulistyowati S.Pd
NR. 131136.
FORMAT PENGAMATAN SISWA
Mata pelajaran : PKK
Guru yang mengajarkan : Jusida sulistyowati, S.pd
Topik yang diajarkan :
Media Promosi dan Strategi Pemasaran
Waktu : 3 Oktober – 10 November 2020
|
No. |
Ciri Prilaku Siswa dalam Melaksanakan Kegiatan
Belajar |
Ada/Ya |
Tidak ada |
Komentar |
|
1. |
Mencari dan memberikan informasi |
√ |
|
|
|
2. |
Bertanya kepada guru atau siswa lain |
√ |
|
|
|
3. |
Mengajukan pendapat atau komentar kepada guru atau kepada siswa |
√ |
|
|
|
4. |
Diskusi atau memecahkan masalah |
√ |
|
|
|
5. |
Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru |
√ |
|
|
|
6. |
Memanfaatkan sumber belajar yang ada |
√ |
|
|
|
7. |
Menilai dan memperbaiki pekerjaannya |
√ |
|
|
|
8. |
Membuat simpulan sendiri tentang pembelajaran
yang diterimanya |
√ |
|
Meskipun belum semua siswa membuat kesimpulan |
|
9. |
Dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat
saat berlangsung KBM |
√ |
|
|
|
10. |
Memberikan contoh dengan benar |
√ |
|
|
|
11. |
Dapat memecahkan masalah dengan tepat |
√ |
|
|
|
12 |
Ada usaha dan motivasi untuk mempelajari bahan pelajaran atau stimulus yang diberikan oleh guru |
√ |
|
|
|
13. |
Dapat bekerja sama dan berhubungan dengan siswa
lain |
√ |
|
|
|
14. |
Menyenangkan dalam KBM |
√ |
|
|
|
15. |
Dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru pada akhir
pelajaran |
√ |
|
|
Keterangan :
No. 1 sampai dengan no. 8 ialah ciri proses sedangkan no. 9 sampai dengan no.
15 ialah ciri hasil belajar.
Bekasi, 14 November
2020
Penyaji,
Pengamat,
1. Surahman, S.Pd
2. ………………..
3. ……………….. Jusida Sulistyowati, S.Pd
FORMAT
PENGAMATAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Mata Pelajaran : PKK
Satuan Pendidikan : SMK Taruna Bangsa Kota Bekasi
Kelas/Semester : XII /5
Waktu : 3 November – 10 November 2020
Butir Pembelajaran : 4
|
Bagian |
Pengamatan |
Apakah Guru Melaksanakanya |
Komentar |
|
|
YA |
TIDAK |
|||
|
Persiapan |
Skenario pembelajaran/ perencanaan pembelajaran |
√ |
|
|
|
Penyiapan alat/media pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Penampilan penyaji |
√ |
|
|
|
|
Penyajian |
PENDAHULUAN |
√ |
|
|
|
Pemeriksaan kehadiran siswa |
√ |
|
|
|
|
Pelaksanaan apersepsi |
√ |
|
|
|
|
Pengungkapan
tujuan pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Pemberian motivasi pembelajaran yang menarik berkaitan dengan tujuan pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Penjelasan alur pelaksanaan pembelajaran
(pengelompokan dsb. ) |
√ |
|
|
|
|
POKOK |
√ |
|
|
|
|
Penerapan strategi pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Pemanduan sajian materi pembelajaran (keterpaduan bahan) |
√ |
|
|
|
|
Penggunaan alat/media pembelajaran |
√ |
|
|
|
|
Penerapan teknik bertanya |
√ |
|
|
|
|
Pemberian pengalaman berbahasa kepada siswa |
√ |
|
|
|
|
Pembahasan hasil kerja melibatkan keaktifan siswa |
√ |
|
|
|
|
Pemberian bimbingan siswa |
√ |
|
|
|
|
Penggunaan bahasa penyaji |
√ |
|
|
|
|
PENUTUP |
√ |
|
|
|
|
Penggunaan sistem penilaian
(tetulis/lisan) |
√ |
|
|
|
|
Pemberian tindak lanjut (perbaikan/pengayaan) |
√ |
|
|
|
|
Pemahaman wawasan siswa (Tugas ke Perpus takaan dsb.) |
|
√ |
|
|
|
JUMLAH |
21 |
1 |
|
|
Simpulan : 21 : 22 = 95 %
…………………………………………………. Saran – saran : ………………………………………………..
…………………………………………………..
Pengamat, Penyaji,
1. Surahman, S,Pd.
2.
…………………………….....
3. ……………………………….. Jusida Sulistyowati, S.Pd.
NIP.

YAYASAN
PENDIDIKAN NASIONAL TARUNA BANGSA
SMK TARUNA BANGSA KOTA
BEKASI
NILAI
EVALUASI PKK
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
DAFTAR NILAI
EVALUASI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN SIKLUS 2
|
No |
Timestamp |
Score |
Nama : |
Kelas |
|
1 |
11/11/2020
03:10 |
90 |
ADITYA GALANG YUDHISTIRA |
XII |
|
2 |
13/11/2020 16:27 |
95 |
AHMAD SYAUQI HABIBI |
XII |
|
3 |
15/11/2020
09:27 |
90 |
ALFAHRIO RAMADHAN |
XII |
|
4 |
12/11/2020
08:51 |
90 |
ANANDA PUTRA PRASETYO |
XII |
|
5 |
12/11/2020
10:21 |
83 |
ANDI HAKIM MUFLIH MAULANA |
XII |
|
6 |
12/11/2020
10:11 |
90 |
ARDI HENRIAWAN |
XII |
|
7 |
12/11/2020
13.45 |
90 |
ARYA MAULANA |
XII |
|
8 |
12/10/1010
15:21 |
88 |
BIMA DWI MARDIKA |
XII |
|
9 |
12/11/2020
09:26 |
83 |
DAVID ARIF KURNIAWAN |
XII |
|
10 |
12/11/2020
11:19 |
83 |
DEBBY FEBRIANSYAH |
XII |
|
11 |
12/11/2020
15:00 |
83 |
DIMAS SYAHRUL RAMADHAN |
XII |
|
12 |
12/11/2020
11:20 |
88 |
FADHIL POETRA HARYONO |
XII |
|
13 |
12/11/2020
13:24 |
83 |
FARIZ OKTAVIANTO PUTRA T |
XII |
|
14 |
13/11/2020 18:00 |
83 |
GILANG RAMADHAN |
XII |
|
15 |
12/11/2020
03:10 |
95 |
GLENN IMANUEL BERA |
XII |
|
16 |
13/11/2020
16:27 |
100 |
HILDAF WAHYU NUGROHO |
XII |
|
17 |
12/11/2020
09:27 |
83 |
LUKY HAR AZRIEL |
XII |
|
18 |
12/11/2020
08:51 |
95 |
M ADHA ZIDANE SA |
XII |
|
19 |
12/11/2020
10:21 |
83 |
M KHOIRUL FIKRI |
XII |
|
20 |
12/11/2020
10:11 |
83 |
M. NOPAL |
XII |
|
21 |
12/11/2020
13.45 |
100 |
MARENO DARYL FAHREZI |
XII |
|
22 |
12/11/1010
15:21 |
83 |
MUHAMMAD DIFARDI |
XII |
|
23 |
12/11/2020
09:26 |
97 |
MUHAMMAD FARHAN WARDANA |
XII |
|
24 |
12/11/2020
11:19 |
83 |
MUHAMMAD REYNALDY |
XII |
|
25 |
12/11/2020
15:00 |
83 |
MUMFADIL NURHUDA |
XII |
|
26 |
12/11/2020
11:20 |
75 |
NIROB ADJI SAPUTRA |
XII |
|
27 |
12/11/2020
13:24 |
84 |
NUR ANWAR |
XII |
|
28 |
12/11/2020 18:00 |
100 |
OWEN MULYA |
XII |
|
29 |
12/11/2020
11:30 |
88 |
PRAKA DANIEL SIGIT S |
XII |
|
30 |
12/11/2020
09:23 |
88 |
RIDHO FADILLAH |
XII |
|
31 |
12/11/2020 10:48 |
88 |
SIGIT HARYO YUDHANTO |
XII |
|
32 |
12/11/2020 18:00 |
83 |
SIGIT PRASETYO |
XII |
|
33 |
12/11/2020
11:30 |
90 |
SINGGIH NUR ADI KUSUMA |
XII |
|
34 |
12/11/2020
09:23 |
95 |
THIRAFI KURNIAWAN YUSUF |
XII |
|
35 |
12/11/2020
10:48 |
83 |
TRIO AJI PAMUNGKAS |
XII |
Bekasi, 13 Nopember 2020 Guru
Produk Kreatif dan Kewirausahaan
Jusida
Sulistyowati, S.Pd
NR. 131136
NILAI LKPD SIKLUS 2 PKK
|
|
NAMA ANGGOTA |
NILAI |
|
|
Kelompok 1 |
1 |
ADITYA GALANG YUDHISTIRA |
83 |
|
2 |
AHMAD SYAUQI HABIBI |
||
|
3 |
ALFAHRIO RAMADHAN |
||
|
4 |
ANANDA PUTRA PRASETYO |
||
|
5 |
ANDI HAKIM MUFLIH MAULANA |
||
|
Kelompok 2 |
1 |
ARDI HENRIAWAN |
83 |
|
2 |
ARYA MAULANA |
||
|
3 |
BIMA DWI MARDIKA |
||
|
4 |
DAVID ARIF KURNIAWAN |
||
|
5 |
DEBBY FEBRIANSYAH |
||
|
Kelompok 3 |
1 |
DIMAS SYAHRUL RAMADHAN |
87 |
|
2 |
FADHIL POETRA HARYONO |
||
|
3 |
FARIZ OKTAVIANTO PUTRA T |
||
|
4 |
GILANG RAMADHAN |
||
|
5 |
GLENN IMANUEL BERA |
||
|
Kelompok 4 |
1 |
HILDAF WAHYU NUGROHO |
90 |
|
2 |
LUKY HAR AZRIEL |
||
|
3 |
M ADHA ZIDANE SA |
||
|
4 |
M KHOIRUL FIKRI |
||
|
5 |
M. NOPAL |
||
|
Kelompok 5 |
1 |
MARENO DARYL FAHREZI |
90 |
|
2 |
MUHAMMAD DIFARDI |
||
|
3 |
MUHAMMAD FARHAN WARDANA |
||
|
4 |
MUHAMMAD REYNALDY |
||
|
5 |
MUMFADIL NURHUDA |
||
|
Kelompok 6 |
1 |
NIROB ADJI SAPUTRA |
90 |
|
2 |
NUR ANWAR |
||
|
3 |
OWEN MULYA |
||
|
4 |
PRAKA DANIEL SIGIT S |
||
|
5 |
RIDHO FADILLAH |
||
|
Kelompok 7 |
1 |
SIGIT HARYO YUDHANTO |
87 |
|
2 |
SIGIT PRASETYO |
||
|
3 |
SINGGIH NUR ADI KUSUMA |
||
|
4 |
THIRAFI KURNIAWAN YUSUF |
||
|
5 |
TRIO AJI PAMUNGKAS |
||
Bekasi, 13 November 2020
Guru Produk Kreatif dan
Kewirausahaan
Jusida Sulistyowati S.Pd
NR. 131136.
sertifikasi pendidikan
sertifikasi pendidik 2021
sertifikasi pendidik google
sertifikasi pendidik dan kualifikasi pendidikan
sertifikasi pendidik untuk dosen
sertifikasi pendidik dilakukan secara berikut ini kecuali
sertifikasi pendidik guru
sertifikasi pendidik dan kualifikasi pendidik
sertifikat pendidik adalah
sertifikat pendidik apakah sama dengan akta 4
sertifikat pendidik apakah sama dengan akta mengajar
sertifikat pendidikan adalah
sertifikasi guru adalah
sertifikasi guru akan dihapus
sertifikasi guru agama islam
e-sertifikasi
sertifikasi guru berapa
sertifikasi guru berapa bulan sekali
sertifikasi guru belum cair
sertifikasi guru bulan desember 2020
sertifikasi guru berapa juta
sertifikasi guru bk
sertifikasi guru bahasa inggris
sertifikasi guru belum cair 2019
sertifikasi pendidik cpns
sertifikat pendidik cpns 2019
sertifikat pendidik cpns
sertifikat pendidik cpns 2020
sertifikat pendidik cara mendapatkan
sertifikat pendidik contoh
sertifikasi guru cair
sertifikasi guru cair 2020
sertifikasi pendidik dosen
sertifikat pendidik dan akta 4
sertifikat pendidik dosen
sertifikat pendidik dalam skb
sertifikat pendidik didapat dari mana
e sertifikat pendidikan.id
sertifikasi guru facebook
sertifikasi guru fungsi
sertifikasi guru golongan 4a
sertifikasi guru golongan 4b
sertifikasi guru gaji
sertifikasi guru gtt di sekolah negeri
sertifikasi guru honorer di sekolah negeri
sertifikasi guru honorer
sertifikasi guru honorer 2020
sertifikasi guru hilang
sertifikasi guru honorer sekolah negeri
sertifikasi guru honorer 2020 kapan cair
sertifikasi guru honor
sertifikasi guru honorer 2021
sertifikat pendidik itu apa
sertifikasi guru.id
sertifikasi guru info gtk
sertifikasi guru jalur s2 2020
sertifikasi guru jawa tengah 2019 kapan cair
sertifikasi guru jalur s2 2019
sertifikasi guru jawa tengah 2020 kapan cair
sertifikasi guru jawa barat 2020
sertifikasi guru juli 2020
sertifikasi guru jambi 2020
sertifikasi guru jurnal
cek sertifikasi pendidik
cek no sertifikasi pendidik
sertifikasi pendidik lkp
sertifikat pendidik linier
sertifikat pendidik lulus skb
sertifikasi guru lampung 2020
sertifikasi guru lamongan
sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi
sertifikat lembaga pendidikan
sertifikat pendidik yang linear
sertifikat pendidik mandiri
sertifikasi guru mandiri
sertifikasi guru mau dihapus
sertifikasi guru madrasah 2020
sertifikasi guru madrasah
sertifikasi guru mi
sertifikasi guru mulai tahun berapa
sertifikasi guru mei 2020
mendapatkan sertifikat pendidik
sertifikasi pendidikan anak
sertifikasi pendidikan adalah
sertifikasi guru non pns 2020 kapan cair
sertifikasi guru non pns sekolah negeri
sertifikasi guru non pns 2021 kapan cair
sertifikasi guru ngaji
sertifikasi guru non sarjana
sertifikat pendidik online
sertifikasi guru oktober 2019
sertifikasi guru oktober 2020
sertifikasi guru online
sertifikasi guru org
cek sertifikat pendidik online
sertifikat pendidik dikeluarkan oleh
sertifikat pendidik ditetapkan oleh pemimpin perguruan tinggi dan diregistrasi oleh
sertifikat pendidik ppg
sertifikat pendidik profesional
sertifikat pendidik pengganti skb
sertifikat pendidik prajabatan
sertifikat pendidik pppk
sertifikat pendidik ppg 2019
sertifikasi guru ppg dalam jabatan
sertifikasi guru pai 2020
sertifikat pendidik ristekdikti
sertifikasi guru ra
sertifikasi ruang guru
cek sertifikat pendidik ristekdikti
sertifikat pendidik diregistrasi oleh
sertifikat pendidik sama dengan akta 4
sertifikat pendidik skb
sertifikasi guru swasta
sertifikasi guru sd 2020 kapan cair
sertifikasi guru swasta 2020 kapan cair
sertifikasi guru sd
sertifikasi guru swasta 2020
sertifikasi guru sd 2020
sertifikat pendidik tidak sesuai dengan ijazah
sertifikat pendidik tidak ikut skb
sertifikasi tenaga pendidik
sertifikasi guru triwulan 3 2020 kapan cair
sertifikasi guru tahun 2020
sertifikasi guru triwulan 2 2020 kapan cair
sertifikasi guru tahun 2020 kapan cair
sertifikasi guru triwulan 1 2021 kapan cair
sertifikasi pendidik untuk cpns
sertifikat pendidik untuk cpns 2019
sertifikat pendidik untuk naik pangkat
sertifikat pendidik untuk cpns
sertifikat pendidik ut
sertifikat pendidik upi
sertifikat pendidik untuk dosen
uu sertifikasi guru
uu sertifikasi guru dan dosen
uu sertifikasi
sertifikat webinar pendidikan
sertifikat webinar pendidikan pdf
guru sertifikasi wajib mengajar 24 jam
sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh kemendikbud
sertifikat pendidik yang dikeluarkan oleh kemendikbud / kemenristek dikti / kemenag
sertifikat pendidik yang dikeluarkan kemendikbud
sertifikasi guru yang tidak linier
sertifikasi guru yang belum s1
sertifikasi guru yoga
sertifikasi guru yayasan
sertifikat pendidik diperoleh dari
sertifikat pendidik 2019
sertifikat pendidik 2020
sertifikat pendidik 2021
sertifikasi guru 2020
sertifikasi guru 2021
sertifikasi guru 2020 kapan cair
sertifikasi guru 2021 kapan cair
sertifikat pendidik akta 4
akta 4 sertifikat pendidik
sertifikasi 80+
#sertifikasipendidikguru
#sertifikasipendidikuntukdosen
#sertifikasipendidikdosen
#sertifikasipendidikgoogle
#sertifikasipendidikuntukcpns
#sertifikasipendidikcpns
#sertifikasipendidikanadalah
#sertifikasipendidikdantenagakependidikan
#sertifikasipendidikadalah
#sertifikatpendidikadalah
#sertifikatapakahsamadenganaktamengajar
#sertifikatpendidikapakahsamadenganakta4
#sertifikatpendidikanadalah
#sertifikasiguruadalah
#sertifikasiguruakandihapus
#sertifikasiguruagama
#e-sertifikasi
#esertifikasi
#sertifikasiguruberapa
#sertifikasiguruberapabulansekali
#sertifikasigurubelumcair
#sertifikasigurubelumcair2019
#sertifikasigurubahasainggris
#sertifikasigurubk
#sertifikasigurubulanoktober2019
#sertifikasiguruberapajuta
#sertifikatpendidikcpns2019
#sertifikatpendidikcpns
#sertifikatpendidikcpns2020
#sertifikatpendidikcaramendapatkan
#sertifikatpendidikcontoh
#sertifikatpendidikcpns2018
#sertifikasigurucair
#sertifikatpendidikdanakta4
#sertifikatpendidikdosen
#sertifikatpendidikdalamskb
#sertifikatpendidikdarikemendikbud
#sertifikatpendidikdidapatdarimana
#sertifikatpendidikdanaktamengajar
#e-sertifikatwebinarpendidikan
#sertifikasigurufacebook
#sertifikasigurufungsi
#sertifikasigurugolongan4a
#sertifikasigurugaji
#sertifikasigurugttdisekolahnegeri
#sertifikasigurugolongan4b
#sertifikatpendidikanguru
#sertifikatpendidikdiperolehdari
#sertifikasiguruhonorerdisekolahnegeri
#sertifikasiguruhonorer
#sertifikasiguruhonorer2020
#sertifikasiguruhilang
#sertifikasiguruhonor
#sertifikasiguruhonorer2019
#sertifikasiguruhonorer2020kapancair
#sertifikasiguruharuslinier
#sertifikatpendidikituapa
#sertifikasiguru.id
#sertifikasiguruinfogtk
#sertifikasigurujalurs22020
#sertifikasigurujawatengah2019kapancair
#sertifikasigurujalurs22019
#sertifikasigurujawabarat2020
#sertifikasigurujalurs2
#sertifikasigurujawatengah2020kapancair
#sertifikasigurujuli2020
#sertifikasigurujuli2019
#ceksertifikasipendidik
#ceknosertifikasipendidik
#sertifikatpendidiklinier
#sertifikatpendidiklulusskb
#sertifikasigurulampung2020
#sertifikasigurulamongan
#sertifikatluluspendidikandanpelatihanmengemudi
#sertifikatlembagapendidikan
#contohsertifikatpendidiklinier
#sertifikatpendidikmandiri
#sertifikasigurumaudihapus
#sertifikasigurumadrasah2020
#sertifikasigurumulaitahunberapa
#sertifikasigurumetodeummi
#sertifikasigurumi
#sertifikasigurumadrasah
#sertifikasigurumusik
#mendapatkansertifikatpendidik
#sertifikasigurunonpns2020kapancair
#sertifikasigurunonsarjana
#sertifikasigurunonpnssekolahnegeri
#sertifikasigurunovember2019
#sertifikasigurungaji
#sertifikasigurunonpnstriwulan22020kapancair
#sertifikasigurunonpnstahun2020kapancair
#sertifikasi guru ntt 2020
#sertifikatpendidikonline
#sertifikasiguruoktober2019
#sertifikasiguruoktober2020
#sertifikasiguruonline
#sertifikasiguruoktober2019kapancair
#sertifikasiguruorg
#ceksertifikatpendidikonline
#sertifikatpendidikdikeluarkanoleh
#sertifikatpendidikppg
#sertifikatpendidikprofesional
#sertifikatpendidikpenggantiskb
#sertifikatpendidikppg2019
sertifikat pendidik prajabatan
sertifikasi guru paud
sertifikasi guru pai 2019
#sertifikasigurupai2020
#sertifikatpendidikristekdikti
#sertifikasigurura
#sertifikasigururenang
#sertifikasigurura2019
#sertifikasiruangguru
#ceksertifikatpendidikristekdikti
#sertifikatpendidiksamadenganakta4
#sertifikatpendidiksyaratcpns2019
#sertifikatpendidikskb
#sertifikasiguruswasta
#sertifikasigurusd
#sertifikasigurusd2020kapancair
#sertifikasiguruswasta2020kapancair
#sertifikasiguruswasta2020
#sertifikatpendidiktidaksesuaidenganijazah
#sertifikatpendidiktidakikutskb
#sertifikasitenagapendidik
#sertifikasigurutriwulan32020kapancair
#sertifikasigurutahun2020
#sertifikasigurutahun2019
#sertifikasigurutriwulan22020kapancair
#sertifikasigurutahun2020kapancair
#sertifikatpendidikuntukcpns
#sertifikatpendidikuntuknaikpangkat
#sertifikatpendidikuntukdaftarcpns
#sertifikatpendidikuniversitasterbuka
#sertifikatpendidikuntukdosen
#sertifikatpendidikuntukskd
#uusertifikasiguru
#uutentangsertifikasiguru
#uusertifikasigurudandosen
#uusertifikasi
#sertifikatpendidikvsaktamengajar
#verifikasisertifikatpendidik
#sertifikatwebinarpendidikan
#gurusertifikasiwajibmengajar24jam
#sertifikatpendidikyangdikeluarkanolehkemendikbud
#sertifikatpendidikyangdikeluarkanoleh kemendikbud/kemenristekdikti/kemenag
#sertifikatpendidikyanglinear
#sertifikatpendidikyangdikeluarkankemendikbud
#sertifikasiguruyangbelums1
#sertifikasiguruyangtidaklinier
#sertifikasiguruyayasan
#sertifikasiguruyoga
#sertifikatpendidikut
#sertifikatpendidik2019
#sertifikatpendidik2020
#sertifikasiguru2020
#sertifikasiguru2020kapancair
#sertifikasiguru2019kapancair
#sertifikasiguru2021
#sertifikasiguru2020triwulan3
#sertifikasiguru2020triwulan3kapancair
#sertifikatpendidikakta4
#akta4sertifikatpendidik
#sertifikasi80+

Komentar
Posting Komentar