TUGAS AKHIR PERILAKU KONSUMEN
TUGAS
AKHIR PERILAKU KONSUMEN
mAPEL :BISNIS DAN PEMASARAN
Buatlah studi kasus setiap KB dalam modul ini dengan pendekatan
berpikir kritis dan kreatif?
Buatkan kesimpulan terhadap kasus tersebut?
STUDI
KASUS KB 1. Perkembangan Perilaku Konsumen di Era Digital
Marketplace adalah sebuah situs web atau
aplikasi online yang memfasilitasi proses pembelian dan penjualan dari berbagai
toko. Sebenarnya pasar online memiliki sekitar konsep yang sama dengan pasar
tradisional. Pada dasarnya, pemilik pasar tidak bertanggung jawab atas barang
yang dijual karena tugas mereka adalah untuk menyediakan tempat bagi penjual
yang ingin menjual dan bantuan mereka untuk memenuhi pelanggan dan bertransaksi
dengan sederhana dan lebih mudah. Transaksi itu sendiri diatur oleh
marketplacenya. Kemudian, setelah menerima pembayaran, penjual akan mengirim
barang kepada pembeli. Salah satu alasan mengapa pasar terkenal adalah karena
kemudahan dan kenyamanan penggunaan. Banyak yang menggambarkan pasar online
seperti department store. Tokopedia adalah pasar online terbesar di Indonesia.
Bagi Anda yang tertarik membuka toko Anda sendiri, Anda dapat melakukannya
dengan mudah di Tokopedia. Sampai saat ini, Tokopedia sudah mendapatkan dana hingga
seri G. Pada November 2018 kemarin, mereka mendapatkan dana dari Softbank
Vision Fund.
Tokopedia di tahun 2016 menghadirkan produk
teknologi keuangan. Tokopedia produk fintech terdiri dari dompet digital,
investasi terjangkau, pinjaman modal usaha, kartu kredit virtual, perlindungan
produk, penilaian kredit berdasarkan data untuk pinjaman produk, investasi dan
jasa keuangan lainnya.
Tokopedia juga menghadirkan hadiah aplikasi
Tokopedia Partners. Ukuran 1 aplikasi MB dimaksudkan untuk memungkinkan semua
orang, terutama pemilik toko dan usaha kecil untuk dapat menjual produk digital
Tokopedia seperti paket data, listrik token, BPJS, game voucher, dan lain
sebagainya.
Perkembangan era digital berdampak begitu
pesat pada sebagian besar hidup. Termasuk perubahan perilaku konsumen dalam
berbelanja.
Hal ini tentu harus diakui oleh pemasar,
sehingga strategi yang ditetapkan dalam pengembangan usaha dapat kompatibel
dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.
4 Perilaku
Konsumen di Era Digital
Mengenali dan memahami perilaku konsumen di
era digital merupakan tantangan bagi pengusaha. Jika tidak dicari tahu sejak
usia dini, salah-salah bisnis akan kehilangan pelanggan.
Terutama ketika pesaing sudah menerapkan
strategi pemasaran yang tepat sasaran. Jadi, apa yang dapat dilakukan untuk
mengidentifikasi perilaku konsumen dalam berbelanja di era digital?
1.
Membandingkan kualitas produk dari ulasan di internet
Sebagian besar konsumen di Indonesia pertama
akan mengetahui kualitas produk yang dibutuhkan dari ulasan di internet.
Biasanya mereka akan mengambil keuntungan dari halaman pencarian Google, media
sosial, atau testimonial kolom ditemukan di toko online Anda.
Oleh karena itu, untuk menjadi lebih unggul
dibandingkan dengan pesaing, pastikan selalu memberikan kualitas produk dan
pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Hal ini penting untuk dicatat karena semua
informasi dapat dengan mudah diperoleh oleh pelanggan dari seluruh dunia.
Dengan demikian, kepuasan pelanggan secara
keseluruhan adalah tujuan utama yang harus dicapai oleh semua merek, terlepas
dari apa industri mereka bekerja.
2.
Prioritaskan kemudahan pemesanan dan pembayaran
Di era digital saat ini, harga rendah tidak
lagi daya tarik pelanggan tunggal. Kebanyakan sebenarnya lebih memilih harga
produk lebih mahal, tapi tentunya dengan kualitas dan pelayanan yang jauh lebih
baik.
Terutama dalam hal kemudahan pemesanan dan
pembayaran metode yang disediakan oleh sebuah merek. Selain itu, di Indonesia
tren pembayaran cashless atau non-tunai meningkat. Otomatis 'memaksa' setiap
majikan untuk menyediakan jenis pembayaran melalui kasir aplikasi online.
fitur-fitur canggih yang ada dalam sistem
kasir online akan mempersingkat waktu pemesanan, menyediakan metode pembayaran
yang nyaman, dan memungkinkan penerimaan cetak instan.
Hanya dengan menggunakan sistem titik
penjualan (POS) yang disediakan pada aplikasi GoBiz untuk bisnis, Anda dapat
meningkatkan omset penjualan berkali-kali. Di sisi lain, laporan penjualan
fitur GoBiz juga secara otomatis dikirim melalui pos tercatat dalam setiap
harinya pukul 01.00 WIB. Perangkat ini juga dapat menyimpan laporan untuk tujuh
hari kembali.
3.
Menyukai personalisasi
Tentu saja, setiap pelanggan memiliki
kebutuhan dan keinginan dari produk dan layanan yang diberikan berbeda. Kondisi
ini membuat produk atau layanan yang dipersonalisasi, disukai dan populer di
kalangan pelanggan.
Melalui produk atau layanan yang telah
'disesuaikan' dengan kebutuhan pelanggan, dapat memberikan kepuasan sehingga
berdampak pada loyalitas pelanggan.
Sebagai contoh, ketika usaha merek menyediakan
menu ayam panggang dengan berbagai tingkat kepedasan atau jumlah potongan,
tentu saja mereka bisa mendapatkan yang terbaik sesuai kebutuhan konsumsi ayam
panggang itu sendiri.
Dengan demikian, ketika seorang pelanggan
membutuhkan ayam panggang, maka merek Anda akan diingat untuk menjadi
satu-satunya yang menyediakan produk yang dipersonalisasi untuk mereka.
4. Jangan
mau ketinggalan hype (trend)
Lain dari konsumen perilaku dalam berbelanja
di era digital, bahwa mereka tidak mau ketinggalan hype atau segala sesuatu
menjadi trending topic.
Kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebagai saat
yang tepat untuk membuat produk-produk inovatif sesuai dengan apa yang penting
bagi debat publik di media sosial. Apalagi jika target pasar yang dituju adalah
generasi milenium yang cenderung selalu ingin tampil up-to-date.
Jika tidak memiliki cukup waktu untuk
menciptakan produk yang inovatif, dapat membuat melalui kemasan yang digunakan.
Misalnya, dapat menambahkan stiker Avengers pada kemasan produk selama film
menjadi pembicaraan dunia.
Menciptakan produk yang terlihat kemasan
Instagramable dan membiarkan pelanggan mengambil gambar dan meng-upload ke media
sosial. Dalam waktu yang cukup singkat, produk bisnis akan diburu oleh
pelanggan yang tidak mau ketinggalan hype.
ANALISIS
STP (Segmentasi, Targeting, Positionng)
SEGMENTASI
• Remaja, mahasiswa, mahasiswi, orang tua
• Seluruh Indonesia
• Orang bisnis
Menargetkan
Setelah mengevaluasi berbagai segmen pasar
ada, Tokopedia memutuskan untuk target pasar dengan melakukan strategi pemasara
ada perbedaan yaitu mengabaikan perbedaan segmen pasar dan menawarkan berbagai
produk untuk seluruh pasar, karena produk yang ditawarkan oleh shopee dirasakan
dinikmati atau digunakan untuk semua kalangan.
POSITIONING
Kami pikir Tokopedia sudah memenuhi semua
kriteria di atas dianggap cukup untuk shopee dikenal untuk menjawab masalah
yang dirasakan oleh masyarakat sebagai Tokopedia dilengkapi dengan berbagai
kemudahan dan penawaran toko online kami berbagai kelebihan yang tidak dimiliki
pesaing.
Kesimpulan
Dengan mengetahui perilaku konsumen dalam
berbelanja di era digital, sebagai pengusaha dapat menentukan strategi
pemasaran yang tepat. Karena, berdasarkan perilaku konsumen bahwa keputusan
pembelian akan ditetapkan.
Jadi, pastikan selalu meluangkan waktu untuk
melakukan penelitian yang berkaitan dengan pola pembelian yang biasa dilakukan
oleh setiap konsumen.
Jangan ragu untuk mengevaluasi secara teratur,
karena perilaku konsumen dapat berubah dengan cepat dengan perkembangan
teknologi digital.
STUDI
KASUS KB 2. Word of Mouth (WOM)
Dengan memberikan pelayanan yang terbaik, Maka
tidak perlu khawatir ditinggalkan pelanggan, karena pelayanan yang baik,
pelanggan akan lebih nyaman, sehingga membuat mereka lebih loyal. Tidak hanya
itu, dengan tingkat kepuasan yang tinggi dengan jasa yang dijual, pelanggan
akan bersedia untuk merekomendasikan bisnis dan produk ke temannya, keluarga,
dan rekan kerja. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan,
harus memperlakukan mereka dengan baik, menghormati, sopan santun, dan empati.
Cobalah untuk mendengarkan apa yang mereka inginkan dan apa yang tidak mereka
inginkan. Setelah tahu itu, mencoba untuk memberikan solusi terbaik bagi
mereka. Sebagai contoh jika menjual
produk kosmetik, dapat memberikan rekomendasi yang tepat produk kosmetik sesuai
kebutuhan mereka.
Siapkan
Media Komunikasi Mudah
Kadang-kadang ada beberapa pelanggan yang
ingin menanyakan sesuatu tentang produk yang dijual, atau mungkin ingin membuat
keluhan tentang produk yang dijual. Oleh karena itu, untuk mendapatkan strategi
dari mulut ke mulut, harus mengatur media sebagai alat komunikasi antara
perusahaan dan pelanggan. Dengan media, pelanggan dapat memberitahukan semua
yang dibutuhkan atau menyampaikan semua keluhan mereka, dan dapat segera
mengatasi masalah tersebut tanpa memerlukan banyak waktu.
Dapatkan
Testimonial Pelanggan
Untuk mendapatkan kata positif dari mulut ke
mulut, cara selanjutnya adalah meminta pelanggan untuk meninjau dan memberikan
kesaksian positif untuk produk. Maka dapat meminta pelanggan yang puas untuk
memberikan pernyataan tertulis, atau membuat video pendek tentang kepuasan
mereka dengan produk yang dijual. Dan juga dapat memberikan hadiah kecil untuk
mereka yang ingin memberikan kesaksian, misalnya, memberikan diskon pembelian.
Setelah mendapatkan testimonial, maka dapat meng-upload testimonial ini di
media sosial, website, dan media lainnya.
Pelanggan
Terlibat dalam Social Media
Media sosial adalah salah satu media yang
permintaan banyak orang dan menjadi salah satu peluang bagi pengusaha yang
ingin mempromosikan bisnis mereka. Dengan memiliki media sosial, tidak hanya
dapat mempromosikan produk, tetapi juga dapat lebih mudah mengetahui keinginan
pelanggan. Dalam menggunakan media sosial, cobalah sebisa mungkin untuk
terlibat pelanggan, seperti posting foto mereka menggunakan produk tersebut.
Jangan lupa untuk menyebutkan dan tag mereka dan berterima kasih atas
kepercayaan mereka menggunakan produk itu. Dengan demikian, mereka akan merasa
senang dan bangga telah memakai produk yang dijual.
Memiliki
Opini Pemimpin Kunci
Apa itu Opini Pemimpin Key? KOL atau pemimpin
pendapat kunci adalah orang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi
keputusan. Sampai saat ini, KOL masih banyak digunakan oleh perusahaan untuk
bantuan firman strategi pemasaran mulut. KOL pada umumnya akan didengar oleh
masyarakat umum, karena mereka dianggap orang-orang yang memiliki pengetahuan
dan pengalaman lebih. KOL biasanya digunakan oleh perusahaan untuk melakukan
review atau memberi kesaksian terhadap produk yang dijual melalui media sosial,
terutama Instagram. KOL adalah salah satu aset penting bagi perusahaan, di mana
sebagai pengusaha harus berpikir hati-hati siapa pemimpin opini yang masuk ke
dalam produk itu. Jika memilih KOL yang
tepat, kata strategi mulut akan berjalan dengan baik.
Kesimpulan
Itu lima tips untuk mendapatkan kata yang baik
dari mulut ke mulut dari pelanggan. Jika kata strategi mulut sudah berjalan
dengan baik, bisnis akan lebih mudah untuk tumbuh dan pelanggan akan datang
dengan sendirinya. Setelah berhasil melaksanakan strategi ini, berarti juga
perlu untuk mulai membuat strategi bisnis lainnya. Untuk membuat strategi yang
tepat untuk bisnis tersebut, harus melihat kondisi keuangan perusahaan melalui
laporan keuangan.
STUDI
KASUS KB 3. Pengaruh Budaya terhadap Perilaku Konsumen
konektivitas integrasi antara internet
dengan jejaring social (Jaringan media sosial dalam teori realitas
sosial siber) memungkinkan konsumen untuk
menemukan produk toko online yang ada. Pemilik toko online bisa mempengaruhi
keputusan konsumen dalam memilih produk yang ditawarkan dengan melakukan
promosi khusus. Setiap kampanye hanya dapat diakses oleh konsumen sehingga dia
bisa
melihat dan memilih sesuai dengan kebutuhan
dan tujuan mereka dengan proses pembelian. penggunaan internet sebagai media
pemasaran pasti bisa meningkatkan keputusan pembelian
dibuat oleh konsumen. Semakin persaingan
yang ketat bisnis online, konsumen akan lebih memiliki referensi bisnis harus
memenuhi kebutuhan, apakah barang atau jasa. Salah satu toko online
Zalora hadir di Indonesia adalah Indonesia.
Zalora Indonesia adalah anak perusahaan dari situs belanja
secara online Eropa yaitu Zalando. Zalando adalah
proyek dari Internet Rocket. Selain itu, Indonesia Zalora sell berbagai merek
terkenal yang ada di Indonesia. Indonesia Zalora menghilangkan ongkos kirim
begitu banyak orang yang tertarik pada barang ditawarkan. Indonesia Zalora make
website yang menarik begitu banyak konsumen yang tidak bosan. Zalora Indonesia
memiliki banyak iklan informasi yang relevan. ketika konsumen membuka link,
akan muncul Indonesia Zalora iklan link situs web.
Indonesia Zalora membuat situs web zalora.co.id
kepada konsumen agar akses yang lebih mudah ke produk ditawarkan dan semua
informasi Penuh Zalora Indonesia. Hal-hal ini mempengaruhi perilaku
konsumen dalam pengambilan keputusanZalora
pembelian di American Marketing Association
di Peter dan Olson (2013: 3) mendefinisikan
perilaku konsumen (consumer perilaku) sebagai dinamika interaksi antara
pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan di mana manusia aspek
pertukaran kehidupan. Menurut Kotler dan Keller (2012: 173), faktor yang
mempengaruhi perilaku konsumen adalah budaya, sosial, pribadi, dan psikologis.
Faktor-faktor ini adalah penentu dasar perilaku seseorang
membeli. Namun, budaya Indonesia yang masih
baru untuk menghabiskan online membuat orang lebih
cenderung untuk membandingkan dengan
belanja konvensional. Budaya masyarakat Indonesia adalah pandangan lebih
percaya diri produk langsung merupakan kendala utama bagi perusahaan penyedia layanan
belanja online di negeri ini ini. Masyarakat cenderung untuk mendapatkan kepuasan
tersendiri ketika bisa melihat dan mencoba produk yang akan dibeli langsung
sehingga mereka tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran produk yang
mereka beli. Belanja online biasanya dilakukan pada rasa percaya diri, karena konsumen
tidak dapat melihat dan mencoba produk secara langsung. Keputusan untuk
melakukan pembelian adalah sangat kompleks terjadi melalui proses sangat
panjang. Pada dasarnya keputusan selalu berasal dari rasa ingin tahu kebutuhan
untuk produk, baik dalam bentuk barang atau jasa. Beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi keputusan pembelian dapat dikendalikan
oleh penjual, tetapi beberapa factor orang
lain tidak dapat dikontrol. Berdasarkan Kotler dan Keller (2012: 192) Keputusan
pembelian dipengaruhi oleh psikologis yayasan berperan penting dalam
memahami bagaimana konsumen membuat
keputusan pembelian mereka. Setiap orang yang ingin melakukan pembelian
biasanya akan memilih dan memilih terlebih dahulu apa yang baik dan tepat
keinginan sebelum memutuskan apa yang akan
mereka beli. Mereka akan memilih sesuai dengan karakter dan kepuasan batin yang
bisa diperoleh kemudian. Dengan kata lain, perilaku konsumen melibatkan
pemikiran dan perasaan yang mereka alami dan apa yang mereka lakukan. Konsumen
membutuhkan pemikiran matang dalam membuat keputusan membeli dengan
membandingkan
produk sesuai dengan kebutuhan dan konsumen
keinginan. Selain itu, konsumen membuat keputusan pembelian berdasarkan sifat yang ada di dalam dirinya, salah satu
dari mereka keingintahuan dihargai, dihormati, dan untuk memenuhi kebutuhan dan
keinginan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat seberapa besar pengaruh perilaku
konsumen terhadap keputusan membeli secara online di Zalora Indonesia.
American Marketing Association dalam Kotler
dan Keller (2012: 27), m e n y a t a c a n b a h w e t e m a r a n adalah
fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, berkomunikasi, dan
memberikan nilai kepada pelanggan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan
cara yang
Pihak pihak manfaat organisasi dan tertarik
pada organisasi. Perilaku konsumen Kotler di Sangadji (2014: 7) menjelaskan
perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian –dapat individu,
kelompok, atau organisasi. Unit-unit ini akan membentuk emerging market
sehingga pasar individu atau pasar konsumen, pembelian Unit pasar kelompok dan
mendirikan usaha organisasi. Faktor Perilaku Konsumen
Ada beberapa faktor yang dapat keputusan
pembelian pengaruh, seperti faktor ditetapkan menurut Kotler dan Keller (2012:
173) adalah sebagai berikut.
1. Faktor budaya terdiri dari budaya, subkultur,
dan kelas social
2. Faktor sosial terdiri dari kelompok referensi,
keluarga, peran, dan status
3. Faktor Pribadi terdiri dari usia, pekerjaan,
ekonomi, kepribadian, dan gaya hidup
4. Faktor psikologis terdiri dari motivasi,
persepsi, pembelajaran, dan Penyimpanan.
Keputusan pembelian Menurut Kotler dan
Keller (2012: 192), ada beberapa unsur perhatian dan pertimbangan konsumen
dalam pengambilan keputusan membeli, yaitu
1. Pilihan produk,
2. Pemilihan merek,
3. Pemilihan dealer,
4. saat pembelian,
5. Jumlah pembelian, dan
6. Metode pembayaran.
Pengaruh Perilaku Konsumen Keputusan untuk
Pembelian Pengambilan keputusan sebagai
proses penting yang mempengaruhi perilaku
konsumen harus dipahami oleh pemasar. Perilaku konsumen adalah studi yang
meneliti bagaimana individu membuat keputusan untuk menghabiskan sumber daya
yang tersedia dan memiliki (waktu, uang, dan bisnis) untuk memperoleh barang
atau
jasa yang akan dikonsumsi (Suryani, 2013:
6). Ada dua faktor yang pengaruh pengambilan keputusan
Pembelian berikutnya akan menentukan respon
konsumen. Pertama,konsumen sendiri. Ada dua elemen
konsumen yang mempengaruhi keputusan-keputusan
yaitu benak konsumen meliputi kebutuhan atau motivasi, persepsi, sikap dan
karakteristik konsumen meliputi demografi, gaya hidup, dan kepribadian
konsumen. faktor kedua terdiri pengaruh lingkungan nilai budaya, pengaruh sub
dan lintas-budaya, kelas sosial, tatap muka kelompok, dan situasi lain yang
menentukan (Suryani, 2013: 6).
Kesimpulan
Konsumen adalah makhluk sosial yang
dipengaruhi oleh sosial lingkungan. Mana pengaruh lingkungan yang terdiri dari
budaya, nilai-nilai dan etnis. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah
memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam
keputusan untuk mengkonsumsinya. Budaya adalah faktor penentu yang paling
mendasar dari keinginan dan periilaku seseorang. Secara keseluruhan merupaakn budaya
keyakinan, nilai-nilai dan kebiasaan yang belajar bahwa perilaku membantu
mendorong konsumen anggota tertentu dari masyarakat. Faktor budaya memberikan
yang paling luas dan pengaruh pada perilaku konsumen. Pengiklan harus
mengetahui peran yang dimainkan oleh budaya, subkultur dan kelas sosial
pembeli. Budaya adalah penyebab utama sebagian besar keinginan dan perilaku.
Oleh karena itu, budaya juga mempengaruhi perilaku konsumen.
STUDI KASUS KB 4 : Etika Marketing dan
Tanggung jawab Sosial
Nama Wardah telah
muncul sebagai Halal kosmetik. Salah satu merek di bawah PT Paragon Teknologi
dan Inovasi (PTI) dianggap untuk mengatasi kebutuhan makeup syariah Islam.
Namun, pendiri PTI
Nurhayati Subakat mengatakan, tidak bahwa ia hanya menjual citra produk Wardah
sebagai pelopor kosmetik halal. Ada banyak hal yang ia lakukan untuk merek
perintis sejak dulu sampai sekarang disukai.
"Konsep bahwa
semua waktu saya lakukan adalah produk make up dengan kualitas yang sangat baik
dengan harga yang kompetitif," kata perempuan yang lahir di Padang
Panjang, 27 Juli 1950.
Dia memperingatkan
dirinya untuk tidak terjebak dengan mengandalkan hanya label halal. Menurut
Nurhayati, produsen tidak bisa 'memaksa-memaksa' Muslim membeli produk dengan embel-embel
syariah tapi tidak berkualitas baik.
Kualitas produk,
menurut Nurhayati, adalah nomor satu kewajiban yang kebutuhan yang harus
dipenuhi. Tidak hanya itu, jaminan kualitas harus seimbang dengan harga
terjangkau untuk bertahan hidup di produk yang berkelanjutan di pasar.
Ibu tiga anak
bernostalgia kilas balik perjalanan Wardah yang katanya tidak selalu mulus,
bahkan penuh duri. Awalnya, Wardah Kosmetik dirilis pada tahun 1995, kerjasama
antara PT Pustaka nurhayati Tradisi Capital dengan Pesantren Hidayatullah.
Rilis awal
kemacetan, bahkan disebut Nurhayati gagal total karena belum disertai
profesionalisme dalam penjualan dan pemasaran. Wardah yang berarti naik dalam
bahasa Arab ketika itu belum mampu untuk menyempurnakan pecah-pecah acara
pesona.
Pada saat itu
Nurhayati mempelajari lebih lanjut tentang pemasaran produk halal. tulisan Arab
ditambah slogan 'kosmetik suci dan aman' pada kemasan bukan jaminan semua umat
Islam di Indonesia akan melirik dan beralih menggunakan.
ITB apoteker yang
mendapat lulusan terbaik tahun 1976 diyakinkan, kualitas produk-produknya telah
dijamin. Jadi dia mengarang berbagai inovasi lainnya yang memungkinkan Wardah
diterima oleh publik, termasuk ketiga anaknya terlibat dalam perusahaan dari
tahun 2003.
Strategi ini tidak
lebih dari prinsip pemasaran campuran yang dapat diterapkan dalam bisnis
apapun. Intinya adalah produk (produk), price (harga), distribusi (tempat) dan
promosi (promotion), dengan sedikit modifikasi Nurhayati gaya.
"Jika orang
memakai 4P, 5P hidup saya, huruf 'P' berikutnya adalah bantuan Allah,"
ujar perempuan yang telah merintis industri rumahan sejak tahun 1985 dengan
produk awal Princess, untuk merek salon perawatan rambut.
Peminat perjalanan
itu mengatakan, saat ini Wardah mencapai pangsa pasar 30 persen dalam kosmetik
dekoratif dan produk perawatan kulit untuk delapan persen. Wardah bertekad
untuk menjadi raja di negeri sendiri dengan apa yang disebut pasar Indonesia
masih sangat luas dan akan terus tumbuh.
Wardah juga menjadi
merek pertama di Indonesia masuk dalam kategori Fastest Growing Global Brand
2014-2015, berdasarkan data dari Euromonitor International Dalam Kosmetik Paris
pada 2016. Keberhasilan merek diikuti PTI Wardah dengan merilis sejumlah merek
lain di Indonesia.
Selain Putri dan
Wardah, kata Nurhayati, PTI juga mengawasi merek gaya Korea kosmetik bernama
Emina, profesional makeup Membuat Over, dan styling produk profesioal IX.
Terbukti, semua produk ini disebut Nurhayati tumbuh dengan baik tanpa syariah
label, meskipun tanaman ini sudah bersertifikat halal PTI.
"Peluang
industri kosmetik terbuka lebar, tapi sekali lagi, jangan terjebak dengan label
halal, masih harus kualitas yang lebih baik dengan pesaingnya," kata
Ganesh Wirya penghargaan penerima Jasa dari ITB pada 2013.
Kesimpulan
Pemasaran etika dan
tanggung jawab sosial telah menjadi isu penting dalam kegiatan dan aliran
kehidupan perusahaan. Peran etika pemasaran dan tanggung jawab sosial menjadi
semakin penting sebagai perusahaan akhirnya menyadari reputasi dan upaya
pemasaran dapat hancur seketika menghadapi masalah di daerah ini. Kegagalan
akan terus etika dalam bisnis yang jelas berdampak pada kehancuran kepercayaan
dan hubungan perusahaan dengan pelanggan dan stakeholder, di mana itu adalah
salah satu kunci keberhasilan perusahaan.
etika pemasaran
Perwujudan dan tanggung jawab sosial tidak dapat langsung terjadi hanya dengan
sumber daya etis merekrut tetapi juga harus disertai dengan penerapan sistem
berkesinambunga dan disiplin sehingga etika bisnis dan tanggung jawab sosial
perwujudan bisa efektif. Karena selain meningkatkan keuntungan non-material
(goodwill) yang tak ternilai harganya, juga dalam jangka menengah sampai jangka
panjang dapat meningkatkan keuntungan finansial.

Komentar
Posting Komentar