TUGAS AKHIR PERILAKU KONSUMEN


 

 TUGAS AKHIR PERILAKU KONSUMEN


mAPEL :BISNIS DAN PEMASARAN


 

Buatlah studi kasus setiap KB dalam modul ini dengan pendekatan berpikir kritis dan kreatif?

Buatkan kesimpulan terhadap kasus tersebut?

 

STUDI KASUS KB 1. Perkembangan Perilaku Konsumen di Era Digital

Marketplace adalah sebuah situs web atau aplikasi online yang memfasilitasi proses pembelian dan penjualan dari berbagai toko. Sebenarnya pasar online memiliki sekitar konsep yang sama dengan pasar tradisional. Pada dasarnya, pemilik pasar tidak bertanggung jawab atas barang yang dijual karena tugas mereka adalah untuk menyediakan tempat bagi penjual yang ingin menjual dan bantuan mereka untuk memenuhi pelanggan dan bertransaksi dengan sederhana dan lebih mudah. Transaksi itu sendiri diatur oleh marketplacenya. Kemudian, setelah menerima pembayaran, penjual akan mengirim barang kepada pembeli. Salah satu alasan mengapa pasar terkenal adalah karena kemudahan dan kenyamanan penggunaan. Banyak yang menggambarkan pasar online seperti department store. Tokopedia adalah pasar online terbesar di Indonesia. Bagi Anda yang tertarik membuka toko Anda sendiri, Anda dapat melakukannya dengan mudah di Tokopedia. Sampai saat ini, Tokopedia sudah mendapatkan dana hingga seri G. Pada November 2018 kemarin, mereka mendapatkan dana dari Softbank Vision Fund.

Tokopedia di tahun 2016 menghadirkan produk teknologi keuangan. Tokopedia produk fintech terdiri dari dompet digital, investasi terjangkau, pinjaman modal usaha, kartu kredit virtual, perlindungan produk, penilaian kredit berdasarkan data untuk pinjaman produk, investasi dan jasa keuangan lainnya.

Tokopedia juga menghadirkan hadiah aplikasi Tokopedia Partners. Ukuran 1 aplikasi MB dimaksudkan untuk memungkinkan semua orang, terutama pemilik toko dan usaha kecil untuk dapat menjual produk digital Tokopedia seperti paket data, listrik token, BPJS, game voucher, dan lain sebagainya.

Perkembangan era digital berdampak begitu pesat pada sebagian besar hidup. Termasuk perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja.

Hal ini tentu harus diakui oleh pemasar, sehingga strategi yang ditetapkan dalam pengembangan usaha dapat kompatibel dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.

4 Perilaku Konsumen di Era Digital

Mengenali dan memahami perilaku konsumen di era digital merupakan tantangan bagi pengusaha. Jika tidak dicari tahu sejak usia dini, salah-salah bisnis akan kehilangan pelanggan.

Terutama ketika pesaing sudah menerapkan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Jadi, apa yang dapat dilakukan untuk mengidentifikasi perilaku konsumen dalam berbelanja di era digital?

1. Membandingkan kualitas produk dari ulasan di internet

Sebagian besar konsumen di Indonesia pertama akan mengetahui kualitas produk yang dibutuhkan dari ulasan di internet. Biasanya mereka akan mengambil keuntungan dari halaman pencarian Google, media sosial, atau testimonial kolom ditemukan di toko online Anda.

Oleh karena itu, untuk menjadi lebih unggul dibandingkan dengan pesaing, pastikan selalu memberikan kualitas produk dan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Hal ini penting untuk dicatat karena semua informasi dapat dengan mudah diperoleh oleh pelanggan dari seluruh dunia.

Dengan demikian, kepuasan pelanggan secara keseluruhan adalah tujuan utama yang harus dicapai oleh semua merek, terlepas dari apa industri mereka bekerja.

2. Prioritaskan kemudahan pemesanan dan pembayaran

Di era digital saat ini, harga rendah tidak lagi daya tarik pelanggan tunggal. Kebanyakan sebenarnya lebih memilih harga produk lebih mahal, tapi tentunya dengan kualitas dan pelayanan yang jauh lebih baik.

Terutama dalam hal kemudahan pemesanan dan pembayaran metode yang disediakan oleh sebuah merek. Selain itu, di Indonesia tren pembayaran cashless atau non-tunai meningkat. Otomatis 'memaksa' setiap majikan untuk menyediakan jenis pembayaran melalui kasir aplikasi online.

fitur-fitur canggih yang ada dalam sistem kasir online akan mempersingkat waktu pemesanan, menyediakan metode pembayaran yang nyaman, dan memungkinkan penerimaan cetak instan.

Hanya dengan menggunakan sistem titik penjualan (POS) yang disediakan pada aplikasi GoBiz untuk bisnis, Anda dapat meningkatkan omset penjualan berkali-kali. Di sisi lain, laporan penjualan fitur GoBiz juga secara otomatis dikirim melalui pos tercatat dalam setiap harinya pukul 01.00 WIB. Perangkat ini juga dapat menyimpan laporan untuk tujuh hari kembali.

3. Menyukai personalisasi

Tentu saja, setiap pelanggan memiliki kebutuhan dan keinginan dari produk dan layanan yang diberikan berbeda. Kondisi ini membuat produk atau layanan yang dipersonalisasi, disukai dan populer di kalangan pelanggan.

Melalui produk atau layanan yang telah 'disesuaikan' dengan kebutuhan pelanggan, dapat memberikan kepuasan sehingga berdampak pada loyalitas pelanggan.

Sebagai contoh, ketika usaha merek menyediakan menu ayam panggang dengan berbagai tingkat kepedasan atau jumlah potongan, tentu saja mereka bisa mendapatkan yang terbaik sesuai kebutuhan konsumsi ayam panggang itu sendiri.

Dengan demikian, ketika seorang pelanggan membutuhkan ayam panggang, maka merek Anda akan diingat untuk menjadi satu-satunya yang menyediakan produk yang dipersonalisasi untuk mereka.

4. Jangan mau ketinggalan hype (trend)

Lain dari konsumen perilaku dalam berbelanja di era digital, bahwa mereka tidak mau ketinggalan hype atau segala sesuatu menjadi trending topic.

Kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebagai saat yang tepat untuk membuat produk-produk inovatif sesuai dengan apa yang penting bagi debat publik di media sosial. Apalagi jika target pasar yang dituju adalah generasi milenium yang cenderung selalu ingin tampil up-to-date.

Jika tidak memiliki cukup waktu untuk menciptakan produk yang inovatif, dapat membuat melalui kemasan yang digunakan. Misalnya, dapat menambahkan stiker Avengers pada kemasan produk selama film menjadi pembicaraan dunia.

Menciptakan produk yang terlihat kemasan Instagramable dan membiarkan pelanggan mengambil gambar dan meng-upload ke media sosial. Dalam waktu yang cukup singkat, produk bisnis akan diburu oleh pelanggan yang tidak mau ketinggalan hype.

ANALISIS STP (Segmentasi, Targeting, Positionng)

SEGMENTASI

• Remaja, mahasiswa, mahasiswi, orang tua

• Seluruh Indonesia

• Orang bisnis

Menargetkan

Setelah mengevaluasi berbagai segmen pasar ada, Tokopedia memutuskan untuk target pasar dengan melakukan strategi pemasara ada perbedaan yaitu mengabaikan perbedaan segmen pasar dan menawarkan berbagai produk untuk seluruh pasar, karena produk yang ditawarkan oleh shopee dirasakan dinikmati atau digunakan untuk semua kalangan.

POSITIONING

Kami pikir Tokopedia sudah memenuhi semua kriteria di atas dianggap cukup untuk shopee dikenal untuk menjawab masalah yang dirasakan oleh masyarakat sebagai Tokopedia dilengkapi dengan berbagai kemudahan dan penawaran toko online kami berbagai kelebihan yang tidak dimiliki pesaing.

Kesimpulan

Dengan mengetahui perilaku konsumen dalam berbelanja di era digital, sebagai pengusaha dapat menentukan strategi pemasaran yang tepat. Karena, berdasarkan perilaku konsumen bahwa keputusan pembelian akan ditetapkan.

Jadi, pastikan selalu meluangkan waktu untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan pola pembelian yang biasa dilakukan oleh setiap konsumen.

Jangan ragu untuk mengevaluasi secara teratur, karena perilaku konsumen dapat berubah dengan cepat dengan perkembangan teknologi digital.

 

STUDI KASUS KB 2. Word of Mouth (WOM)

Dengan memberikan pelayanan yang terbaik, Maka tidak perlu khawatir ditinggalkan pelanggan, karena pelayanan yang baik, pelanggan akan lebih nyaman, sehingga membuat mereka lebih loyal. Tidak hanya itu, dengan tingkat kepuasan yang tinggi dengan jasa yang dijual, pelanggan akan bersedia untuk merekomendasikan bisnis dan produk ke temannya, keluarga, dan rekan kerja. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, harus memperlakukan mereka dengan baik, menghormati, sopan santun, dan empati. Cobalah untuk mendengarkan apa yang mereka inginkan dan apa yang tidak mereka inginkan. Setelah tahu itu, mencoba untuk memberikan solusi terbaik bagi mereka. Sebagai contoh jika menjual produk kosmetik, dapat memberikan rekomendasi yang tepat produk kosmetik sesuai kebutuhan mereka.

Siapkan Media Komunikasi Mudah

Kadang-kadang ada beberapa pelanggan yang ingin menanyakan sesuatu tentang produk yang dijual, atau mungkin ingin membuat keluhan tentang produk yang dijual. Oleh karena itu, untuk mendapatkan strategi dari mulut ke mulut, harus mengatur media sebagai alat komunikasi antara perusahaan dan pelanggan. Dengan media, pelanggan dapat memberitahukan semua yang dibutuhkan atau menyampaikan semua keluhan mereka, dan dapat segera mengatasi masalah tersebut tanpa memerlukan banyak waktu.

Dapatkan Testimonial Pelanggan

Untuk mendapatkan kata positif dari mulut ke mulut, cara selanjutnya adalah meminta pelanggan untuk meninjau dan memberikan kesaksian positif untuk produk. Maka dapat meminta pelanggan yang puas untuk memberikan pernyataan tertulis, atau membuat video pendek tentang kepuasan mereka dengan produk yang dijual. Dan juga dapat memberikan hadiah kecil untuk mereka yang ingin memberikan kesaksian, misalnya, memberikan diskon pembelian. Setelah mendapatkan testimonial, maka dapat meng-upload testimonial ini di media sosial, website, dan media lainnya.

Pelanggan Terlibat dalam Social Media

Media sosial adalah salah satu media yang permintaan banyak orang dan menjadi salah satu peluang bagi pengusaha yang ingin mempromosikan bisnis mereka. Dengan memiliki media sosial, tidak hanya dapat mempromosikan produk, tetapi juga dapat lebih mudah mengetahui keinginan pelanggan. Dalam menggunakan media sosial, cobalah sebisa mungkin untuk terlibat pelanggan, seperti posting foto mereka menggunakan produk tersebut. Jangan lupa untuk menyebutkan dan tag mereka dan berterima kasih atas kepercayaan mereka menggunakan produk itu. Dengan demikian, mereka akan merasa senang dan bangga telah memakai produk yang dijual.

Memiliki Opini Pemimpin Kunci

Apa itu Opini Pemimpin Key? KOL atau pemimpin pendapat kunci adalah orang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi keputusan. Sampai saat ini, KOL masih banyak digunakan oleh perusahaan untuk bantuan firman strategi pemasaran mulut. KOL pada umumnya akan didengar oleh masyarakat umum, karena mereka dianggap orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih. KOL biasanya digunakan oleh perusahaan untuk melakukan review atau memberi kesaksian terhadap produk yang dijual melalui media sosial, terutama Instagram. KOL adalah salah satu aset penting bagi perusahaan, di mana sebagai pengusaha harus berpikir hati-hati siapa pemimpin opini yang masuk ke dalam produk  itu. Jika memilih KOL yang tepat, kata strategi mulut akan berjalan dengan baik.

Kesimpulan

Itu lima tips untuk mendapatkan kata yang baik dari mulut ke mulut dari pelanggan. Jika kata strategi mulut sudah berjalan dengan baik, bisnis akan lebih mudah untuk tumbuh dan pelanggan akan datang dengan sendirinya. Setelah berhasil melaksanakan strategi ini, berarti juga perlu untuk mulai membuat strategi bisnis lainnya. Untuk membuat strategi yang tepat untuk bisnis tersebut, harus melihat kondisi keuangan perusahaan melalui laporan keuangan.

STUDI KASUS KB 3. Pengaruh Budaya terhadap Perilaku Konsumen

konektivitas integrasi antara internet dengan jejaring social (Jaringan media sosial dalam teori realitas

sosial siber) memungkinkan konsumen untuk menemukan produk toko online yang ada. Pemilik toko online bisa mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk yang ditawarkan dengan melakukan promosi khusus. Setiap kampanye hanya dapat diakses oleh konsumen sehingga dia bisa

melihat dan memilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan mereka dengan proses pembelian. penggunaan internet sebagai media pemasaran pasti bisa meningkatkan keputusan pembelian

dibuat oleh konsumen. Semakin persaingan yang ketat bisnis online, konsumen akan lebih memiliki referensi bisnis harus memenuhi kebutuhan, apakah barang atau jasa. Salah satu toko online

Zalora hadir di Indonesia adalah Indonesia. Zalora Indonesia adalah anak perusahaan dari situs belanja

secara online Eropa yaitu Zalando. Zalando adalah proyek dari Internet Rocket. Selain itu, Indonesia Zalora sell berbagai merek terkenal yang ada di Indonesia. Indonesia Zalora menghilangkan ongkos kirim begitu banyak orang yang tertarik pada barang ditawarkan. Indonesia Zalora make website yang menarik begitu banyak konsumen yang tidak bosan. Zalora Indonesia memiliki banyak iklan informasi yang relevan. ketika konsumen membuka link, akan muncul Indonesia Zalora iklan link situs web.

Indonesia Zalora membuat situs web zalora.co.id kepada konsumen agar akses yang lebih mudah ke produk ditawarkan dan semua informasi Penuh Zalora Indonesia. Hal-hal ini mempengaruhi perilaku

konsumen dalam pengambilan keputusanZalora pembelian di American Marketing Association

di Peter dan Olson (2013: 3) mendefinisikan perilaku konsumen (consumer perilaku) sebagai dinamika interaksi antara pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan di mana manusia aspek pertukaran kehidupan. Menurut Kotler dan Keller (2012: 173), faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor-faktor ini adalah penentu dasar perilaku seseorang

membeli. Namun, budaya Indonesia yang masih baru untuk menghabiskan online membuat orang lebih

cenderung untuk membandingkan dengan belanja konvensional. Budaya masyarakat Indonesia adalah pandangan lebih percaya diri produk langsung merupakan kendala utama bagi perusahaan penyedia layanan belanja online di negeri ini ini. Masyarakat cenderung untuk mendapatkan kepuasan tersendiri ketika bisa melihat dan mencoba produk yang akan dibeli langsung sehingga mereka tidak membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran produk yang mereka beli. Belanja online biasanya dilakukan pada rasa percaya diri, karena konsumen tidak dapat melihat dan mencoba produk secara langsung. Keputusan untuk melakukan pembelian adalah sangat kompleks terjadi melalui proses sangat panjang. Pada dasarnya keputusan selalu berasal dari rasa ingin tahu kebutuhan untuk produk, baik dalam bentuk barang atau jasa. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian dapat dikendalikan

oleh penjual, tetapi beberapa factor orang lain tidak dapat dikontrol. Berdasarkan Kotler dan Keller (2012: 192) Keputusan pembelian dipengaruhi oleh psikologis yayasan berperan penting dalam

memahami bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian mereka. Setiap orang yang ingin melakukan pembelian biasanya akan memilih dan memilih terlebih dahulu apa yang baik dan tepat

keinginan sebelum memutuskan apa yang akan mereka beli. Mereka akan memilih sesuai dengan karakter dan kepuasan batin yang bisa diperoleh kemudian. Dengan kata lain, perilaku konsumen melibatkan pemikiran dan perasaan yang mereka alami dan apa yang mereka lakukan. Konsumen membutuhkan pemikiran matang dalam membuat keputusan membeli dengan membandingkan

produk sesuai dengan kebutuhan dan konsumen keinginan. Selain itu, konsumen membuat keputusan pembelian berdasarkan sifat yang ada di dalam dirinya, salah satu dari mereka keingintahuan dihargai, dihormati, dan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat seberapa besar pengaruh perilaku konsumen terhadap keputusan membeli secara online di Zalora Indonesia.

American Marketing Association dalam Kotler dan Keller (2012: 27), m e n y a t a c a n b a h w e t e m a r a n adalah fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk menciptakan, berkomunikasi, dan memberikan nilai kepada pelanggan untuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang

Pihak pihak manfaat organisasi dan tertarik pada organisasi. Perilaku konsumen Kotler di Sangadji (2014: 7) menjelaskan perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian –dapat individu, kelompok, atau organisasi. Unit-unit ini akan membentuk emerging market sehingga pasar individu atau pasar konsumen, pembelian Unit pasar kelompok dan mendirikan usaha organisasi. Faktor Perilaku Konsumen

Ada beberapa faktor yang dapat keputusan pembelian pengaruh, seperti faktor ditetapkan menurut Kotler dan Keller (2012: 173) adalah sebagai berikut.

1. Faktor budaya terdiri dari budaya, subkultur, dan kelas social

2. Faktor sosial terdiri dari kelompok referensi, keluarga, peran, dan status

3. Faktor Pribadi terdiri dari usia, pekerjaan, ekonomi, kepribadian, dan gaya hidup

4. Faktor psikologis terdiri dari motivasi, persepsi, pembelajaran, dan Penyimpanan.

Keputusan pembelian Menurut Kotler dan Keller (2012: 192), ada beberapa unsur perhatian dan pertimbangan konsumen dalam pengambilan keputusan membeli, yaitu

1. Pilihan produk,

2. Pemilihan merek,

3. Pemilihan dealer,

4. saat pembelian,

5. Jumlah pembelian, dan

6. Metode pembayaran.

Pengaruh Perilaku Konsumen Keputusan untuk Pembelian Pengambilan keputusan sebagai

proses penting yang mempengaruhi perilaku konsumen harus dipahami oleh pemasar. Perilaku konsumen adalah studi yang meneliti bagaimana individu membuat keputusan untuk menghabiskan sumber daya yang tersedia dan memiliki (waktu, uang, dan bisnis) untuk memperoleh barang atau

jasa yang akan dikonsumsi (Suryani, 2013: 6). Ada dua faktor yang pengaruh pengambilan keputusan

Pembelian berikutnya akan menentukan respon konsumen. Pertama,konsumen sendiri. Ada dua elemen

konsumen yang mempengaruhi keputusan-keputusan yaitu benak konsumen meliputi kebutuhan atau motivasi, persepsi, sikap dan karakteristik konsumen meliputi demografi, gaya hidup, dan kepribadian konsumen. faktor kedua terdiri pengaruh lingkungan nilai budaya, pengaruh sub dan lintas-budaya, kelas sosial, tatap muka kelompok, dan situasi lain yang menentukan (Suryani, 2013: 6).

Kesimpulan

Konsumen adalah makhluk sosial yang dipengaruhi oleh sosial lingkungan. Mana pengaruh lingkungan yang terdiri dari budaya, nilai-nilai dan etnis. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam keputusan untuk mengkonsumsinya. Budaya adalah faktor penentu yang paling mendasar dari keinginan dan periilaku seseorang. Secara keseluruhan merupaakn budaya keyakinan, nilai-nilai dan kebiasaan yang belajar bahwa perilaku membantu mendorong konsumen anggota tertentu dari masyarakat. Faktor budaya memberikan yang paling luas dan pengaruh pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peran yang dimainkan oleh budaya, subkultur dan kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab utama sebagian besar keinginan dan perilaku. Oleh karena itu, budaya juga mempengaruhi perilaku konsumen.

STUDI KASUS KB 4 : Etika Marketing dan Tanggung jawab Sosial

Nama Wardah telah muncul sebagai Halal kosmetik. Salah satu merek di bawah PT Paragon Teknologi dan Inovasi (PTI) dianggap untuk mengatasi kebutuhan makeup syariah Islam.

Namun, pendiri PTI Nurhayati Subakat mengatakan, tidak bahwa ia hanya menjual citra produk Wardah sebagai pelopor kosmetik halal. Ada banyak hal yang ia lakukan untuk merek perintis sejak dulu sampai sekarang disukai.

"Konsep bahwa semua waktu saya lakukan adalah produk make up dengan kualitas yang sangat baik dengan harga yang kompetitif," kata perempuan yang lahir di Padang Panjang, 27 Juli 1950.

Dia memperingatkan dirinya untuk tidak terjebak dengan mengandalkan hanya label halal. Menurut Nurhayati, produsen tidak bisa 'memaksa-memaksa' Muslim membeli produk dengan embel-embel syariah tapi tidak berkualitas baik.

Kualitas produk, menurut Nurhayati, adalah nomor satu kewajiban yang kebutuhan yang harus dipenuhi. Tidak hanya itu, jaminan kualitas harus seimbang dengan harga terjangkau untuk bertahan hidup di produk yang berkelanjutan di pasar.

Ibu tiga anak bernostalgia kilas balik perjalanan Wardah yang katanya tidak selalu mulus, bahkan penuh duri. Awalnya, Wardah Kosmetik dirilis pada tahun 1995, kerjasama antara PT Pustaka nurhayati Tradisi Capital dengan Pesantren Hidayatullah.

Rilis awal kemacetan, bahkan disebut Nurhayati gagal total karena belum disertai profesionalisme dalam penjualan dan pemasaran. Wardah yang berarti naik dalam bahasa Arab ketika itu belum mampu untuk menyempurnakan pecah-pecah acara pesona.

Pada saat itu Nurhayati mempelajari lebih lanjut tentang pemasaran produk halal. tulisan Arab ditambah slogan 'kosmetik suci dan aman' pada kemasan bukan jaminan semua umat Islam di Indonesia akan melirik dan beralih menggunakan.

ITB apoteker yang mendapat lulusan terbaik tahun 1976 diyakinkan, kualitas produk-produknya telah dijamin. Jadi dia mengarang berbagai inovasi lainnya yang memungkinkan Wardah diterima oleh publik, termasuk ketiga anaknya terlibat dalam perusahaan dari tahun 2003.

 

Strategi ini tidak lebih dari prinsip pemasaran campuran yang dapat diterapkan dalam bisnis apapun. Intinya adalah produk (produk), price (harga), distribusi (tempat) dan promosi (promotion), dengan sedikit modifikasi Nurhayati gaya.

"Jika orang memakai 4P, 5P hidup saya, huruf 'P' berikutnya adalah bantuan Allah," ujar perempuan yang telah merintis industri rumahan sejak tahun 1985 dengan produk awal Princess, untuk merek salon perawatan rambut.

Peminat perjalanan itu mengatakan, saat ini Wardah mencapai pangsa pasar 30 persen dalam kosmetik dekoratif dan produk perawatan kulit untuk delapan persen. Wardah bertekad untuk menjadi raja di negeri sendiri dengan apa yang disebut pasar Indonesia masih sangat luas dan akan terus tumbuh.

Wardah juga menjadi merek pertama di Indonesia masuk dalam kategori Fastest Growing Global Brand 2014-2015, berdasarkan data dari Euromonitor International Dalam Kosmetik Paris pada 2016. Keberhasilan merek diikuti PTI Wardah dengan merilis sejumlah merek lain di Indonesia.

Selain Putri dan Wardah, kata Nurhayati, PTI juga mengawasi merek gaya Korea kosmetik bernama Emina, profesional makeup Membuat Over, dan styling produk profesioal IX. Terbukti, semua produk ini disebut Nurhayati tumbuh dengan baik tanpa syariah label, meskipun tanaman ini sudah bersertifikat halal PTI.

"Peluang industri kosmetik terbuka lebar, tapi sekali lagi, jangan terjebak dengan label halal, masih harus kualitas yang lebih baik dengan pesaingnya," kata Ganesh Wirya penghargaan penerima Jasa dari ITB pada 2013.

Kesimpulan

Pemasaran etika dan tanggung jawab sosial telah menjadi isu penting dalam kegiatan dan aliran kehidupan perusahaan. Peran etika pemasaran dan tanggung jawab sosial menjadi semakin penting sebagai perusahaan akhirnya menyadari reputasi dan upaya pemasaran dapat hancur seketika menghadapi masalah di daerah ini. Kegagalan akan terus etika dalam bisnis yang jelas berdampak pada kehancuran kepercayaan dan hubungan perusahaan dengan pelanggan dan stakeholder, di mana itu adalah salah satu kunci keberhasilan perusahaan.

etika pemasaran Perwujudan dan tanggung jawab sosial tidak dapat langsung terjadi hanya dengan sumber daya etis merekrut tetapi juga harus disertai dengan penerapan sistem berkesinambunga dan disiplin sehingga etika bisnis dan tanggung jawab sosial perwujudan bisa efektif. Karena selain meningkatkan keuntungan non-material (goodwill) yang tak ternilai harganya, juga dalam jangka menengah sampai jangka panjang dapat meningkatkan keuntungan finansial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONNECTION Review Pengembangan Perangkat

koneksi pengembangan perangkat pembelajaran

JURNAL BELAJAR MAHASISWA